BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berakhir Menguat 0,34%

Rupiah - katadata.co.idRupiah - katadata.co.id

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di area hijau pada Selasa (20/4) sore ketika dalam rapat bulanan memutuskan untuk mempertahankan acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup menguat 50 poin atau 0,34% ke level Rp14.497,5 per .

Dikutip dari akun Twitter resminya, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50% pada Rapat Dewan Gubernur yang berakhir siang tadi. Keputusan ini dinilai sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas rupiah dari dampak ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi, di tengah rendahnya perkiraan inflasi.

Sementara itu, dolar AS masih bergerak di dekat level terendah enam minggu terhadap rekan-rekannya pada hari Selasa ketika euro memimpin reli di belakang prospek cerah untuk program vaksinasi di Eropa. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,129 poin atau 0,14% ke level 90,940 pada pukul 11.26 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, euro naik ke posisi 1,2038 terhadap setelah menyentuh level tertinggi enam minggu di 1,2048 per dolar AS pada hari Senin (19/4), sedangkan pound Inggris naik 1% semalam sekaligus kenaikan harian terbesar kedua sepanjang tahun ini. Beberapa analis mengatakan, dukungan untuk euro datang dari pengumuman bahwa Uni Eropa telah mendapatkan tambahan 100 juta dosis vaksin COVID-19 dari BioNTech-Pfizer.

“Eropa benar-benar kawasan utama yang akan menyaksikan percepatan vaksinasi pada kuartal ini. Nantinya, pada tahun ini, kita akan melihat percepatan vaksinasi secara luas di ekonomi pasar berkembang,” ujar wakil kepala strategi valuta asing untuk Goldman Sachs di New York, Zach Pandl. “AS memang berada di depan kurva pada kuartal pertama, tetapi negara lain akan segera menyusul.”

Menurut pemberitaan Deutsche Welle, Uni Eropa juga telah memesan 1,8 miliar dosis tambahan vaksin dari BioNTech-Pfizer untuk tahun 2023 mendatang. Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menuturkan bahwa Brussels memiliki kepercayaan penuh pada teknologi yang digunakan untuk pengembangan vaksin BioNTech, yang berbeda dengan vaksin AstraZeneca atau Johnson & Johnson.

Loading...