Suku Bunga BI Dipangkas, Rupiah Akhiri Pekan di Teritori Negatif

bi-bankindonesiaBank Indonesia

Seperti diprediksi sebelumnya, kebijakan Bank Indonesia untuk memangkas tingkat suku bunga acuan memberikan efek negatif terhadap rupiah. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus menutup sesi dagang akhir pekan (21/10) ini dengan pelemahan sebesar 34 poin atau 0,26% ke level Rp13.042 per AS.

Rupiah sudah berada di zona merah sejak awal dagang dengan dibuka melemah tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.012 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 30 poin atau 0,23% ke level Rp13.038 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.36 WIB, spot masih terbenam di teritori negatif usai turun 19 poin atau 0,15% ke posisi Rp13.027 per dolar AS.

Kamis (20/10) kemarin, rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan untuk memangkas BI 7-day reverse repo rate sebesar 25 basis poin dari 5% menjadi 4,75%. Bank Indonesia berpendapat, yang lambat membutuhkan dorongan tambahan. Bank sentral tersebut juga pesimistis terhadap capaian pertumbuhan produk domestik bruto () yang hanya akan ada di bawah 5% pada akhir tahun.

“Pemangkasan suku bunga BI biasanya bakal diikuti pelemahan rupiah,” terang Analis Cerdas Indonesia Berjangka, Suluh Adi Wicaksono. “Kali ini terjadi kontraksi lantaran pemangkasan disertai pandangan pesimistis terkait prospek ekonomi dalam negeri.”

Sementara, dari sektor global, data ekonomi AS yang dirilis kemarin menunjukkan bahwa penjualan rumah melonjak pada bulan September setelah dua bulan beruntun mengalami penurunan. Sebelumnya, Ketua New York, William Dudley, dalam pidatonya menyatakan bahwa Bank Sentral AS kemungkinan akan menaikkan suku bunga akhir tahun ini jika ekonomi AS tetap mendukung.

Data ekonomi dan pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve itu memicu laju dolar AS untuk bergerak . Setelah ditutup menguat pada sesi dagang kemarin, the greenback melanjutkan tren dengan naik 0,13 poin atau 0,13% ke level 98,444 pada Jumat siang.

Laju dolar AS yang positif ini kontan membuat nilai tukar mata uang ASEAN kompak memerah. Hingga Jumat Siang, Thailand terpantau turun 0,24%, sedangkan dolar Singapura terperosok 0,01%. Sementara, ringgit terdepresiasi 0,15% dan Filipina anjlok 0,43%.

Loading...