Suku Bunga Acuan BI Tetap, Rupiah Naik Tipis di Pembukaan

Jakarta dibuka tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke Rp 13.322 per AS pada pagi hari ini, Jumat (21/4). Kemarin, Kamis (20/4) rupiah ditutup melemah 0,03 persen atau 4 poin ke level Rp 13.323 per AS usai bergerak di rentang angka Rp 13.313 hingga Rp 13.340 per AS.

Sedangkan indeks dolar AS pada perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB ditutup menguat tipis 0,04 persen atau 0,040 poin ke posisi 99,778. Indeks dolar AS pagi ini terpantau melanjutkan penguatan tipis 0,04 persen atau 0,041 poin ke 99,819 pada pukul 07.38 WIB. Kurs dolar AS diperdagangkan bervariasi terhadap berbagai mata uang utama lantaran data pekerjaan AS negatif.

Pada pekan 15 April, klaim secara musiman mencapai 244.000, naik 10.000 dari pekan sebelumnya yakni 234.000. Angka klaim AS tersebut lebih tinggi dari konsensus sebesar 242.000.

Menurut Yulia Safrina, Research & Analyst mengungkapkan bahwa kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta membuat pasar kecewa. “Sebab, petahana, Basuki Tjahaja Purnama, dianggap lebih dekat dengan investor,” jelas Yulia.

“Ditambah lagi minyak sempat jatuh ke level USD 50 per barel sebelum kembali naik. Ini menambah sentimen negatif ke rupiah,” kata Ekonom Bank Permata, Josua Pardede.

Meski sempat melemah, mata uang Garuda hari ini berpotensi untuk melanjutkan penguatannya berkat keputusan untuk mempertahankan suku bunga BI 7-day reverse repo rate (BI RR Rate) pada level 4,75 persen.

Loading...