Sudah Terprediksi, Kurs Rupiah Ditutup Melemah 40 Poin pada Perdagangan Akhir Pekan

Pada perdagangan akhir pekan (11/12) ini, ditutup 40 poin atau sebesar 0,29% ke level Rp13.993 per dolar AS. Sementara menurut laporan Yahoo Finance pukul 17.08 WIB, nilai tukar rupiah menyentuh level Rp14.066 per dolar AS. Terdepresiasinya nilai tukar rupiah juga diikuti mayoritas mata uang regional Asia.

Sepanjang hari ini, rupiah bahkan sempat menembus level terlemah Rp14.035 per dolar AS. Sementara, level terkuatnya berada di angka Rp13.921 per dolar AS.

Tertekannya nilai tukar rupiah sepanjang perdagangan hari ini memang sudah diprediksi sebelumnya. Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, mengatakan faktor tekanan rupiah datang dari sentimen kenaikan AS oleh The Fed. Selain itu, pelemahan mata uang China, Yuan, serta anjloknya juga turut menekan nilai tukar rupiah.

Memang, sepanjang pekan ini, kurs rupiah mengalami depresiasi mencapai hampir Rp14.000 per dolar AS. “Kondisi berpengaruh besar terhadap nilai tukar mata uang Indonesia. Di antaranya, rapat yang digelar 16 , serta ekonomi China yang masih melemah dan juga harga komoditi yang merosot,” ujar Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo.

“Harga minyak tertekan, memutuskan lebih menjaga produksi dan kita melihat ini adalah sumbernya,” tambahnya. “Dan untuk itu, kita melihat ini sebagai sesuatu yang dapat dipahami, kita akan bisa melewatinya.”

Ia menambahkan, Bank Indonesia akan selalu berada di untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. “Depresiasi nilai tukar rupiah juga dipengaruhi pembayaran utang yang jatuh tempo cukup besar,” imbuhnya.

Kurs jual rupiah di BI sendiri, hari ini ada di level Rp14.007 per dolar AS. Sementara, kurs beli di level Rp13,867 per dolar AS. [apk]

Loading...