Sudah Mahal Dari Distributor, Berapa Harga Gula Pasir 1 Sak Saat Ini?

Gula Pasir - (Sumber: inspirasibaking.com)Gula Pasir - (Sumber: inspirasibaking.com)

Gula pasir adalah salah satu pokok yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat sebagai penambah bahan makan dan minuman untuk sehari-hari. Gula sendiri memiliki rasa manis dan mengandung energi dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh manusia. Di pasaran , gula pasir dengan kemasan kiloan hingga kemasan 1 sak. Harganya juga bervariasi tergantung dan kemasannya.

Gula pasir sendiri merupakan bahan baku masakan yang terbuat dari sari tebu dan dikristalkan membentuk serbuk-serbuk seperti pasir. Gula dibutuhkan oleh tubuh untuk memberikan energi yang digunakan dalam beraktivitas sehari-hari. Namun, pemberian gula pasir harus dengan takaran yang normal agar tubuh terhindar dari risiko penyakit diabetes.

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag), penetapan aturan harga acuan untuk gula pasir konsumsi adalah sebesar Rp12.500 per kg. Patokan ini berlaku baik di , maupun tradisional sebagai pengendalian harga dan inflasi.

Namun beberapa pedagang di sejumlah pasar tradisional maupun modern mengaku kesulitan menjual gula pasir dengan patokan harga tersebut, lantaran harga gula sudah mahal sejak dari distributor atau pabrik. Belum lagi pedagang juga harus menambah sejumlah ongkos sebelum gula dijual secara eceran kepada konsumen. Saat ini tahun 2017 harga gula pasir yang sudah dibungkus dalam kemasan plastik bening masih dalam kisaran Rp14 ribuan per kg atau sekitar Rp585 ribu per 1 karung sak (isi 50 kilogram).

“Kalau jual Rp 12.500/kg ya susah. Kita beli dari agen saja sudah mahal. Belum harus saya bungkus, beli plastik, ongkos angkut, isi kadang ada yang kurang atau bocor, jadi saya jual Rp 14.000/kg. Tergantung harga kulakan juga, bisa juga saya jual Rp 13.000/kg, tapi beda merek gula,” ujar Ari, salah seorang pedagang sembako Pasar Klender Jakarta Timur, dilansir dari Detik.com.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia juga tengah menjajal penerapan harga eceran tertinggi untuk sejumlah bahan pokok di Puncak Jaya, Papua. Bahan pokok yang difokuskan kali ini ada pada minyak goreng, tepung terigu, dan gula pasir. Penerapan HET tersebut diklaim dapat terlaksana karena PT Perusahaan Perdagangan Indonesia melakukan jenis perombakan terhadap skema pengiriman barang.

“Terkait rute pengiriman, kami mengutak-atik cara agar bisa mengirim barang ke Papua dengan relatif murah. Akhirnya diputuskan jalur Surabaya-Timika-Wamena-Puncak Jaya. Lebih memungkinkan rute itu,” kata Agus Andiyani, Direktur Utama PT PPI, dikutip dari Tirto.id.

Menurutnya langkah dan upaya yang dilakukan PT PPI ini akan berpotensi untuk menurunkan harga jual ketiga bahan pokok hingga 25 persen dari harga jualnya di Papua saat ini. Untuk harga minyak goreng saat ini berkisar Rp31 per liter dan direncanakan turun menjadi Rp23.250 per liter.

Sementara untuk harga tepung terigu, semula Rp24 ribu, namun setelah diterapkan HET diproyeksikan menjadi Rp18 ribu per kg dan harga untuk gula pasir yang awalnya mencapai Rp40 ribuan per kilo, bisa didapatkan dengan harga yang lebih terjangkau yakni Rp21.750 per kilogramnya.

 

Loading...