Suap Proyek Meikarta, Saham Lippo Karawaci Terjun Bebas

Lippo Karawaci - www.lippokarawaci.co.idLippo Karawaci - www.lippokarawaci.co.id

JAKARTA – Saham Lippo Karawaci, salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia, melorot hingga 5,5% pada Selasa (16/10) kemarin menjadi Rp274 per saham. Kinerja buruk saham grup ini salah satunya dipicu tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan suap perizinan Meikarta di Cikarang, Bekasi.

Seperti diberitakan Nikkei, KPK pada Senin (15/10) malam mengumumkan bahwa mereka telah menangkap dan menyebut sembilan orang sebagai tersangka, empat di antaranya adalah orang-orang yang berafiliasi dengan Lippo Group, termasuk direktur operasional itu, Billy Sindoro. Lima orang lainnya adalah pejabat dari Kabupaten Bekasi, termasuk Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin, yang baru saja terpilih tahun lalu.

Menurut dugaan KPK, orang-orang yang berafiliasi dengan Lippo Group menjanjikan Rp13 miliar (854.000 AS) kepada pejabat pemerintahan Bekasi untuk pengurusan izin proyek properti. Pihak berwenang sebelumnya telah menyita 90.000 (65.000 dolar AS) dari konsultan yang disewa oleh Lippo pada hari Minggu (14/10) kemarin.

Ini adalah kali kedua dalam seminggu orang-orang yang terhubung dengan Grup Lippo telah ditahan oleh KPK. Eddy Sindoro, mantan eksekutif Grup Lippo, dikabarkan telah menyerahkan diri kepada pihak berwenang pada pekan lalu, setelah dia dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap lain yang terkait dengan sengketa hukum yang diduga melibatkan anak perusahaan Lippo Group.

Meikarta adalah ‘kota baru’ di luar Jakarta yang sedang dikembangkan oleh Lippo Cikarang, anak perusahaan utama Lippo Karawaci. Ketika proyek diumumkan pada bulan Mei tahun lalu, James Riady, kepala eksekutif Lippo Group, mengatakan bahwa Meikarta akan menjangkau setidaknya 2.200 hektar lahan dan memiliki 100 gedung pencakar langit.

Masalah terbaru Lippo Karawaci datang ketika kekhawatiran meningkat atas keuangan kelompok tersebut. Moody’s, lembaga pemeringkat kredit, sebelumnya telah menurunkan peringkat Lippo sebanyak tiga kali dalam 18 bulan terakhir. Pada hari Senin, saham grup ditutup pada level Rp290, turun 40,5% year-to-date, sebelum akhirnya ‘pingsan’ di hari Selasa.

Kekhawatiran juga telah timbul mengenai kas Lippo Karawaci. Arus kas perusahaan memburuk dan semakin tergantung pada aset untuk membayar utang. Pekan lalu, Nikkei Asian Review mengungkapkan bahwa Bursa Efek Indonesia telah mengultimatum perusahaan karena gagal melaporkan hasil keuangan mereka tepat waktu. Masalah makin diperparah oleh depresiasi dalam beberapa bulan terakhir.

Loading...