Studi Terbaru: Virus Zika Picu Perlambatan Pertumbuhan Otak

Saat ini, dunia sedang dikhawatirkan dengan penyebaran virus Zika yang mulai menyerang di beberapa negara. Kekhawatiran publik memang cukup beralasan karena berdasarkan penemuan , virus tersebut dapat memicu perlambatan pertumbuhan otak.

Menurut studi di University of Southern California (USC) yang dimuat di Jurnal Cell Stem Cell, virus Zika mengandung 10 protein. Dua di antara 10 protein tersebut, yaitu NS4A dan NS4B, bertanggung jawab untuk microcephaly, yaitu cacat pada waktu lahir yang membuat kepala bayi berukuran abnormal (lebih kecil).

Sebelumnya, pada bulan April lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan di juga telah menegaskan bahwa Zika menyebabkan microcephaly dan cacat otak janin berat lainnya. Sayangnya, mereka belum bisa menjelaskan mengapa hal ini dapat terjadi. “Kami sekarang tahu jalur molekuler, jadi kami membuat langkah besar pertama menuju terapi target untuk menginduksi, microcephaly Zika,” kata penulis Jae Jung dari Departemen Molekuler Mikrobiologi dan Imunologi USC.

Penularan virus Zika sendiri disebutkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Namun, membunuh nyamuk dewasa mungkin tidak lagi cukup ampuh, karena nyamuk dewasa juga dapat menularkan virus ini ke telur dan keturunan mereka, demikian menurut penelitian University of Texas Medical Branch di Galveston di AS.

Peneliti menyuntikkan nyamuk Aedes aegypti dengan virus. Telur itu kemudian dikumpulkan, diinkubasi, dan larva yang menetas dipelihara hingga menjadi nyamuk dewasa. Hasilnya, ditemukan satu virus Zika di setiap 290 nyamuk yang diuji.

“Jumlah nyamuk di kota tropis cenderung cukup tinggi untuk memungkinkan virus bertahan, bahkan ketika nyamuk dewasa yang terinfeksi dibunuh,” kata Robert Tash. “Virus juga dapat bertahan di vagina selama beberapa hari setelah seseorang terinfeksi.”

Di samping itu, ilmuwan dari Yale University di Amerika Serikat juga mengamati replikasi virus Zika di jaringan vagina tikus. Hasilnya, Zika mereproduksi dalam jaringan vagina tikus hamil selama beberapa hari setelah infeksi. Dari kelamin ini, virus menyebar dan menginfeksi otak janin.

Loading...