Studi Terbaru: Sekolah di Jerman Butuh Lebih Banyak Kelas Agama Islam

Sekolah Islam di Jerman - news.okezone.comSekolah Islam di Jerman - news.okezone.com

Di tengah ramainya isu Islamophobia di seluruh , sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini mengatakan bahwa di ternyata membutuhkan lebih banyak kelas untuk mata . Kelas Islam dikatakan dapat mendorong integrasi siswa sekaligus melawan ekstremisme.

Seperti dilansir dari DW, sebuah studi yang dilakukan Mediendienst Integration menuturkan bahwa sekitar 54 ribu siswa di 800 sekolah di seluruh Jerman saat ini menerima pelajaran agama Islam, naik dibandingkan dua tahun lalu yang mencatat 42 ribu siswa. Mengingat bahwa survei ini dilakukan sebelum arus pengungsi datang, angka tersebut mungkin akan lebih tinggi.

“Meskipun angka pasti tidak diketahui, saya percaya bahwa jumlah anak-anak yang berusia enam hingga 18 tahun di sekolah-sekolah Jerman sekitar 750 ribu hingga 800 ribu siswa,” kata Rauf Ceylan, profesor untuk studi Islam kontemporer di Universitas Osnabrück. “Sudah jelas bahwa ada yang lebih banyak untuk pelajaran agama Islam.”

Ceylan menambahkan, Jerman memiliki tiga pilar pendidikan agama, yaitu keluarga, (dengan kata lain gereja atau masjid), dan sekolah. Keluarga bisa sangat samar-samar, sedangkan masjid-masjid terutama hanya tentang mewariskan iman, dan di sekolah-sekolah, idenya adalah untuk mendidik siswa ke kedewasaan agama sehingga mereka berada dalam posisi untuk memilih iman mereka sendiri.

“Gagasan pendidikan agama Islam bukan hanya untuk belajar menafsirkan Al Quran, tetapi untuk merenungkan kitab itu secara kritis,” sambung Ceylan. “Ini tentang mempelajari keterampilan untuk mengatur konten religius, menganalisis, dan mungkin dapat membandingkan agama. Terpenting, ketika Anda hidup dalam masyarakat yang multi-agama, dan yang memiliki ateis dan agnostik, tujuan pelajaran agama dimaksudkan sebagai pelengkap tujuan umum sistem pendidikan.”

Sementara itu, Musa Bagrac, seorang guru studi Islam di Hamm, North Rhine-Westphalia, berpendapat bahwa mahasiswa Muslim Jerman memiliki hak konstitusional untuk menghadiri kelas-kelas agama Islam yang dipandu oleh asosiasi keagamaan. Asosiasi tersebut dikatakannya bekerja di bawah konstitusi Jerman, yang melindungi pelajaran agama sebagai mata pelajaran di sekolah.

“Penting bagi siswa Muslim belajar tentang agama mereka dalam bahasa Jerman, alih-alih bahasa Arab atau Turki, dan ‘di bawah pengawasan negara’,” katanya. ”Itu memiliki efek samping seperti membantu mencegah radikalisasi dan mendorong integrasi. Kelas saya sendiri mencakup sejarah Islam, dan pertanyaan tentang persahabatan, doa, berbicara kepada Tuhan, apa yang terjadi setelah kematian, apa itu perintah agama, dan bagaimana memahami dan melawan ekstremisme dari sudut pandang agama.”

Tetapi, seorang guru sekolah menengah di Berlin, yang memiliki latar belakang ateis, skeptis terhadap seluruh gagasan pendidikan agama. Sekolahnya hanya menawarkan kelas etika wajib, yang mencakup agama serta filosofis abstrak. “Saya pikir, bagaimana Anda mempraktikkan agama, itu harus di luar sekolah. Itulah sebabnya kami memiliki divisi gereja dan negara,” kata guru yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.

Di Jerman sendiri, hampir semua kebijakan pendidikan ditentukan di tingkat negara bagian, dan setiap negara memiliki pendekatan yang berbeda untuk mengajarkan agama, dan hanya dua, Hamburg dan Bremen, yang memiliki pelajaran agama terpadu yang mencakup agama yang berbeda. Sementara itu, di semua negara bagian Jerman timur kecuali Berlin, tidak ada pilihan Islam di kelas agama.

Loading...