Studi Terbaru: Air Mineral Kemasan Mungkin Terkontaminasi Mikroplastik

Air Mineral Kemasan - www.viva.co.idAir Mineral Kemasan - www.viva.co.id

Peringatan bagi Anda yang sering meminum mineral dari kemasan plastik. Pasalnya, sebuah terbaru menyebutkan bahwa kemasan yang Anda mungkin telah terkontaminasi, bahkan dari botol plastik itu sendiri, yang menimbulkan kekhawatiran tentang invasi yang dapat menyebabkan peradangan kronis.

yang dilakukan Orb Media, berbagi dengan DW, menguji air kemasan dari sebelas yang dibeli di 19 di sembilan negara di seluruh dunia. Penelitian tersebut menemukan bahwa kontaminan diidentifikasi pada 93 persen sampel, dengan sangat bervariasi. Meski demikian, para periset masih belum yakin seberapa banyak partikel plastik yang benar-benar mencapai aliran darah manusia.

“Kami belum tahu berapa banyak partikel ini yang benar-benar mencapai aliran darah kita,” tutur direktur Center for Environmental Health Engineering di Arizona State University, Rolf Halden, seperti dilansir DW. “Banyak dari partikel plastik ini yang memang berukuran cukup besar untuk menembus ke dalam, tetapi jika ada yang cukup kecil untuk melewati usus, dikhawatirkan menjadi invasi jaringan.”

Studi Orb Media diawasi oleh Sherri Mason, seorang peneliti mikroplastik terkemuka di Universitas Negeri New York di Fredonia, yang juga mengelola penyelidikan sebelumnya terkait mikroplastik di air keran. Tim menyuntikkan masing-masing 250 botol dengan Nile Red, pewarna yang menempel pada bahan berminyak, dan menyaring airnya sampai 1,5 mikron (0,0015 milimeter), yang lebih kecil dari sel darah merah manusia.

Para peneliti menemukan 10,4 partikel dalam kisaran 100 mikron atau 0,10 milimeter per liter, atau setara lebar rambut manusia. Dengan menggunakan teknik sinar laser untuk menganalisis partikel yang lebih besar ini, para ilmuwan dapat membaca sidik molekuler mereka dan memastikan bahwa mereka memang melihat plastik. Mereka juga mencatat jumlah partikel kecil yang jauh lebih banyak, yang juga diyakini sebagai plastik.

Dengan menggunakan perangkat lunak yang dirancang khusus untuk menghitung partikel-partikel ini, para periset mengungkapkan variasi ekstrem antara botol, bahkan dari sumber yang sama. Sementara beberapa menunjukkan pembacaan nol sampai nol, yang lain mengungkapkan ratusan atau bahkan ribuan partikel. Studi menyimpulkan bahwa manusia bisa ‘minum’ rata-rata 314 partikel kecil per liter.

“Jika partikel kecil, termasuk plastik, masuk ke jaringan di tubuh Anda, mereka dapat menyebabkan apa yang disebut stres oksidatif, yang dapat menyebabkan peradangan kronis,” tutur ahli kimia dan toksikologi di Vrije Universiteit Amsterdam, Heather Leslie. “Itu, pada gilirannya, sekarang dipahami memainkan peran utama dalam permulaan sejumlah kronis.”

Sebagai tanggapan atas temuan Orb, Nestle menguji delapan botol dari tiga lokasi. Hasilnya, kata perusahaan, tidak menunjukkan ‘partikel microplastic di luar jangkauan jejak’. Namun, perusahaan tersebut mengatakan kepada DW bahwa mereka siap untuk berkolaborasi dengan pihak lain untuk mengembangkan ketahanan dan standardisasi metode pengujian lebih lanjut.

Sementara itu, produsen air kemasan Jerman, Gerolsteiner, mengatakan telah lama ‘memerhatikan’ mikroplastik dan memastikan air yang mereka produksi ‘diuji secara teratur’, baik secara internal maupun di laboratorium yang terkenal. Juru bicara Gerolsteiner mengklaim bahwa tidak ada jejak mikroplastik yang terdeteksi pada produk buatan mereka selama proses pengujian.

Loading...