Struktur Halus & Padat, Harga Kayu Waru Dibanderol Sangat Terjangkau

Waru atau baru (Hibiscus tiliaceus) merupakan pohon peneduh yang biasanya tumbuh di tepi jalan atau tepi sungai. Walaupun pohon waru tidak terlalu rimbun, waru cukup disukai lantaran akarnya tak tumbuh terlalu dalam, sehingga tak akan merusak jalan atau yang ada di dekatnya.

Pohon waru sendiri berukuran kecil dan tingginya berkisar dari 5 meter hingga 15 meter. Kayu terasnya agak ringan, cukup padat, memiliki struktur yang cukup halus, dan tak begitu keras. Itulah sebabnya banyak yang memanfaatkan kayu waru untuk dijadikan kusen pintu di -rumah. Kusen kayu waru yang masih mentah biasanya dengan sekitar Rp 45.000 per batang (2 meter), sedangkan kusen dari kayu waru yang sudah jadi 2 meter x 90 cm dibanderol seharga Rp 200.000 per buah.

Sebagai informasi, berikut ini harga kayu warga yang masih dalam bentuk log atau gelondong:

Panjang Diameter Harga
130 – 190 cm 10 – 19 cm Rp 350.000
20 cm ke atas Rp 450.000
200 – 250 cm 20 – 29 cm Rp 600.000
30 cm ke atas Rp 700.000
250 cm ke atas 20 – 29 cm Rp 700.000
30 cm ke atas Rp 800.000

Selain menjadi bangunan, di tangan mahasiswi kebidanan Universitas Gadjah Mada, kayu waru juga bisa disulap menjadi replika tulang panggul wanita untuk memudahkan mahasiswa mempelajari anatomi dan mekanisme persalinan.

“Karena harganya yang relatif lebih murah, ringan dan tidak mudah rusak serta mudah dibawa kemana-mana. Kita membuatnya dalam ukuran mini, seberat 60 gram,” ujar mahasiswa bernama Raani Nur.

unik tersebut dinamai ‘Mithompel’ yang merupakan singkatan dari Mini Phantom Pelvis. “Dengan Mithompel, kami bisa bawa ke mana-mana, tinggal ditaruh di dalam tas. Tidak perlu harus ke laboratorium,” paparnya.

Pembuatan Mithompel tersebut menggunakan pengrajin batik kayu di Desa Wisata Krebet, Pajangan, dan Desa Palbapang, Bantul. Untuk satu buah produk Mithompel dipasarkan dengan harga Rp 140 ribu dan rata-rata konsumen mereka berasal dari kalangan mahasiswa.

Loading...