Stok Mulai Menipis, Harga Beras 1 Karung Kini Mengalami Kenaikan

Beras - www.tokopedia.comBeras - www.tokopedia.com

Sejak awal bulan 2017 lalu beras di sejumlah dilaporkan mengalami kenaikan. Pasalnya stok beras di sejumlah mulai menipis, sedangkan pembeli beras berkurang. Alhasil harga beras per kg maupun harga beras per 1 karung naik.

“Harga beras sudah naik mulai dua minggu lalu. Sebelumnya harganya Rp 8.000 per Kg, lalu naik Rp 8.500 dan sekarang Rp 9.000 per Kg,” ujar Umi Juni, beras di Pasar Lembor, Labuan Bajo (11/9), seperti dilansir Tribunnews.

Selain itu, Umi Juni mengatakan bila harga beras per karung 50 kg juga naik dari yang sebelumnya hanya Rp 400 ribu per 1 karung kini menjadi Rp 450 ribu. “Biasanya kami membeli beras di penggilingan padi untuk kembali. Sekarang beras di penggilingan habis. Saat ini kami membeli beras dari para petani yang datang langsung ke kami untuk menjualnya. Tetapi jumlahnya sedikit dan pembeli juga berkurang,” papar Umi Juni.

Senada, menipisnya stok beras lokal di Pasar Induk Tanjung Selor, Bulungan sejak pekan lalu juga telah mengakibatkan kenaikan harga beras di sana. Menurut salah satu penjual beras bernama Elisabet, harga beras lokal rata-rata naik Rp 3.000 per kilogram. “Harga naik karena belum ada petani yang panen,” ungkap Elisabet.

Menurut Elisabet, kenaikan harga beras lokal terjadi bukan karena kehendak para pedagang, namun disebabkan karena para tengkulak yang memanfaatkan situasi. Padahal Elisabet mengatakan bahwa para tengkulak biasanya membeli beras dari petani dengan harga yang murah. “Saya dengar tengkulak langsung ke petani membeli dengan harga Rp 8 ribu per kilogramnya,” bebernya.

Sebagai , harga beras 1 karung di pasaran saat ini dipatok bermacam-macam. Beras 1 karung 50 kg Cap Walet dipatok Rp 430 ribu, kemudian merk LS per karung isi 50 kg Rp 510 ribu, dan yang paling mahal beras Pera IR 42 Mercy 1 karung dijual seharga Rp 590 ribu. Sementara itu untuk beras 1 karung 25 kg harganya berkisar antara Rp 240 ribu hingga Rp 307 ribuan.

Loading...