Stok Masih Langka, Harga Garam Per Kg di Sejumlah Lokasi Naik Berkali Lipat

Garam - www.alodokter.comGaram - www.alodokter.com

Jakarta garam beryodium di sejumlah yang ada di Indonesia saat ini sedang melonjak. Minimnya pasokan garam dari distributor selama 2 bulan belakangan ini telah mengakibatkan garam langka dan membuat harga garam per kg mengalami kenaikan yang tajam.

Sebagai , harga garam beryodium di berbagai di Kabupaten Jember, Jawa Timur mencapai Rp 16.000 per kilogram. “Harga garam kemasan yang biasanya kami jual sebesar Rp 1.000 per kemasan dengan berat 250 gram, kini menjadi Rp 4.000 per kemasan,” jelas salah seorang di Pasar Tanjung Jember bernama Ahmad, seperti dilansir CNN Indonesia.

Di samping itu persediaan garam di sejumlah pedagang pasar induk Jember juga terpantau kosong, terutama garam berbentuk bata. Akan tetapi garam halus dalam kemasan masih tersedia. Tak hanya di Jember, harga garam per kilo di Temanggung, Jawa Tengah juga mengalami kenaikan hingga 400%.

Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada garam batangan yang naik dari harga Rp 2.500 menjadi Rp 7.500 per kilogram. Garam grosok yang sebelumnya dibanderol Rp 3.000/kg kini naik jadi Rp 6.000 per kg. Sementara itu, garam halus yang tadinya cuma Rp 4.500 per pak isi 20 bungkus, saat ini Rp 18.500 per pak, atau saat eceran yang sebelumnya Rp 500 per bungkus sekarang menjadi Rp 1.200 per bungkus.

Senasib, di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau pun harga garam naik cukup tajam hingga mencapai 350 persen. “Garam yang dijual pedagang naik dari Rp2.000 per kg menjadi Rp7.000 per kg. Itu kondisi terakhir hasil pengawasan petugas kami di lapangan,” kata Juramadi Esram, Kepala Dinas Perindustrian dan Setempat, Selasa (1/8).

Di Mojokerto harga garam halus beryodium justru sudah menembus angka Rp 35.000 per kg. Padahal Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mojokerto, garam halus pekan lalu harganya hanya Rp 13 ribu dan kini naik 3 kali lipat jadi Rp 35 ribu per kg.

Pihak pemerintah sendiri berencana untuk menetapkan harga pokok penjualan (HPP) garam di tingkat petani untuk menjaga harga garam menjelang panen raya yang diperkirakan berlangsung bulan September 2017 depan. “Akan kami bahas, tapi leading sector-nya harus kami panggil dulu. Dari industri seperti apa, IKM-nya seperti apa. Besok (Rabu) dibahas,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Brahmantya Satyamurti Poerwadi.

Lebih lanjut Brahmantya mengungkapkan jika besaran HPP garam kelak akan menyesuaikan dengan kadar natrium klorida (NaCl). Apabila kandungan NaCl-nya tinggi, maka HPP-nya pun semakin tinggi lantaran kualitasnya dinilai lebih baik.

Loading...