Stimulus The Fed Tekan Dolar, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – Rupiah mampu mempertahankan posisi di area hijau pada Selasa (24/3) sore, ketika stimulus terbaru yang diberikan justru membuat indeks dolar AS dan Wall Street anjlok. Menurut laporan Index pada pukul 15.43 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 75 poin atau 0,45% ke level Rp16.500 per dolar AS.

Bank sentral AS memang baru saja meluncurkan kebijakan teranyar mereka untuk menekan dampak pandemi virus corona terhadap perekonomian. Federal Reserve menawarkan pembiayaan langsung kepada perusahaan-perusahaan yang terdampak wabah ini. Langkah ini dilakukan tanpa mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Kongres AS yang kebetulan membahas upaya serupa.

Sayangnya, stimulus terbaru yang dilakukan The Fed belum ampuh menahan serangan virus corona. Sebelumnya, bank sentral ini juga telah melakukan pemangkasan agresif sebanyak dua kali sepanjang Maret 2020. Alhasil, indeks dolar AS pun terlihat gontai, melemah cukup dalam, 0,691 poin atau 0,67% ke level 101,796 pada pukul 11.57 WIB.

“Kami tampaknya telah keluar dari fase ketika segala sesuatu, mulai dari saham hingga aset aman seperti dan emas, dijual,” ujar kepala manajer valas di Mitsubishi Trust Bank, Koichi Kobayashi, dilansir Reuters. “Kondisi pendanaan dolar AS sedikit berkurang, dibandingkan dengan seminggu yang lalu, meski saya tidak akan mengatakan hal-hal yang normal. Sementara The Fed memompa greenback, kita masih harus menunggu dan melihat apakah uang itu akan mengalir ke setiap sudut .”

Ahli strategi di Robert W. Baird di Milwaukee, Willie Delwiche, menuturkan bahwa apa yang dilakukan The Fed itu penting karena memang membantu di kredit. Namun, itu tidak cukup dari perspektif ekuitas. “Apa yang dilakukan The Fed adalah meredakan beberapa masalah, tetapi itu tidak cukup untuk menyelesaikan apa yang ada di sana,” katanya.

Sementara langkah The Fed kemungkinan akan mengurangi pukulan bagi banyak perusahaan dalam jangka panjang, investor tetap gelisah di tengah ketidakpastian tentang tingkat pandemi virus corona. Kasus-kasus coronavirus terus meningkat secara eksponensial di banyak negara, meningkatkan kekhawatiran tentang kurangnya tempat tidur sakit di beberapa wilayah.

Loading...