Stimulus Bikin Dolar Loyo, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah - www.kaskus.co.idRupiah - www.kaskus.co.id

JAKARTA – Bergerak dalam kisaran yang sempit, rupiah akhirnya mampu menutup Selasa (9/2) sore di area hijau ketika jalur cepat stimulus fiskal AS membuat pergerakan cenderung loyo. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda berakhir menguat 7,5 poin atau 0,05% ke level Rp13.995 per .

Sementara itu, data yang diterbitkan pukul 10.00 WIB menempatkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.000 per dolar AS, tidak berubah dari transaksi sebelumnya. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia terpantau mengungguli greenback, menyisakan yuan China dan dolar Taiwan di area merah.

Menurut analisis CNBC Indonesia, indeks dolar AS saat ini memang tengah loyo, yang dipengaruhi dinamika stimulus fiskal AS. Kongres setempat telah memberikan restu stimulus senilai 1,9 triliun dolar AS yang diajukan Presiden Joe Biden. Stimulus tersebut diperkirakan bakal bergulir dalam hitungan minggu.

Nyaris senada, Reuters melaporkan bahwa dolar masih merana di dekat posisi terendah dalam seminggu pada hari Selasa karena mulai menghibur keraguan tentang skala reli baru-baru ini yang didorong ekspektasi pemulihan pandemi yang lebih cepat di AS daripada di negara lain. Mata uang Paman Sam melemah 0,202 poin atau 0,23% ke level 90,732 pada pukul 11.42 WIB.

Investor telah mendorong greenback berkat peluncuran di AS yang relatif lebih cepat dibandingkan negara lain, serta stimulus fiskal AS yang berada di jalur bebas hambatan. Banyak analis melihat pengeluaran fiskal yang sangat besar, ditambah dengan kebijakan yang sangat lunak, akan menyeret greenback dalam jangka panjang.

“Intinya adalah kemungkinan stimulus besar segera berlalu, memperburuk pelebaran di akun defisit AS saat ini, dan membebani dolar AS,” ujar analis mata uang Commonwealth Bank of Australia,Joseph Capurso, dalam sebuah catatan. “Program vaksinasi ‘tertinggal’ di Eropa akan membatasi euro dalam waktu dekat, tetapi benua itu harus menyusul pada musim panas.”

Loading...