Stimulus AS Segera Cair, Rupiah Rebound di Selasa Pagi

Rupiah - mappijatim.or.idRupiah - mappijatim.or.id

JAKARTA – langsung tancap gas pada perdagangan Selasa (20/10) pagi setelah ada kabar bahwa stimulus AS untuk bantuan COVID-19 kemungkinan bakal segera cair. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 09.03 WIB, mata Garuda terpantau menguat 22,5 poin atau 0,15% ke level Rp14.685 per AS. Sebelumnya, spot harus ditutup melemah 10 poin atau 0,07% di posisi Rp14.707,5 per AS pada hari Senin (19/10).

Mengenai pelemahan rupiah kemarin, Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, seperti dilansir Bisnis, mengatakan bahwa pelaku khawatir dengan rasio utang yang akan mencapai 38,5% terhadap PDB pada 2020 dan menembus 41,8% pada 2021. Padahal, rasio utang ini sebenarnya masih lebih rendah daripada negara-negara lain di dunia, seperti Filipina yang diprediksi naik menjadi 48,9% terhadap PDB pada tahun ini.

“Dari luar negeri, rilis data PDB China pada kuartal III/2020 tampil membawa harapan pemulihan dengan kenaikan 4,9% secara tahunan, dengan industri di Negeri Panda yang menunjukkan pertumbuhan 6,9% dan ritel naik 3,3%,” sambung Ibrahim. “Pada hari ini, rupiah bisa rebound ke level Rp14.695 hingga Rp14.730 per dolar AS.”

Hampir senada, analisis CNBC Indonesia menilai bahwa domestik berpeluang kembali menguat setelah ada kabar bahwa stimulus bantuan AS kemungkinan bisa cair. Sebagaimana diberitakan CNBC International, juru bicara Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, Drew Hammill, mengatakan bahwa perbedaan pendapatan kedua belah pihak (Republik dan Demokrat) sudah mulai berkurang dan mungkin stimulus akan disepakati sebelum pemilihan presiden 3 November mendatang.

Dikutip dari VOA Indonesia, Pelosi pada Minggu (18/10) kemarin mengatakan bahwa perjanjian dengan pemerintahan Donald Trump mengenai paket stimulus pandemi baru harus disepakati dalam 48 jam ke depan atau tidak akan diselesaikan sama sekali sebelum pemilihan presiden. Apakah dia akan meraih kesepakatan atau tidak dengan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, ‘bergantung pada pemerintahan Trump dan komitmennya’.

Loading...