Stimulus AS Masih Buram, Rupiah Berakhir Merah

Rupiah - en.tempo.coRupiah - en.tempo.co

JAKARTA – Rupiah harus puas bertengger di area merah pada perdagangan Selasa (24/11) sore ketika pembahasan stimulus fiskal di AS untuk memulihkan dipenuhi ketidakpastian. Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup melemah 6 poin atau 0,04% ke level Rp14.155 per .

Sementara itu, data yang dirilis Bank Indonesia pukul 10.00 WIB tadi menetapkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.196 per dolar AS, terdepresiasi 32 poin atau 0,22% dari sebelumnya di level Rp14.164 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, sejumlah mata uang juga turun terhadap greenback, termasuk won Korea Selatan, peso Filipina, dan baht Thailand.

“Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh proses pembahasan paket stimulus fiskal di AS yang dipenuhi ketidakpastian seiring dengan perbedaan pendapat antara Partai Republik dan Partai Demokrat,” tutur Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, dilansir dari Bisnis. “Selain itu, kabar perkembangan vaksin corona juga memengaruhi nilai tukar mata uang domestik.”

Sebenarnya, dari pasar , aset safe haven seperti yen Jepang dan dolar AS terpantau bergerak lebih rendah pada hari Selasa, menyusul optimisme setelah ada kabar bahwa Presiden AS, Joe Biden, diperkirakan menunjuk mantan Gubernur The Fed, Janet Yellen, sebagai menteri keuangan AS yang baru. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,092 poin atau 0,1% ke level 92,413 pada pukul 14.41 WIB.

Diberitakan Reuters, Yellen telah menyerukan peningkatan pengeluaran pemerintah untuk meningkatkan ekonomi AS keluar dari resesi mendalam yang disebabkan oleh virus corona dan sering mengutip ketimpangan ekonomi yang meningkat sebagai ancaman terhadap masa depan negara. Sebaliknya, Menteri Keuangan AS saat ini, Steven Mnuchin, justru membiarkan beberapa program pinjaman The Fed berakhir, membuka perselisihan dengan bank sentral.

“Satu hal yang pasti dan itu tidak mungkin terjadi banyak pertengkaran antara The Fed dan Treasury,” kata kepala ekonom keuangan di MUFG Union Bank di New York, Chris Rupkey. “Fasilitas pinjaman Federal Reserve untuk pendanaan kota, pasar obligasi korporasi, dan Main Street akan segera kembali setelah tanggal kedaluwarsa 31 Desember.”

Loading...