Steering Bermasalah? Siap-siap, Harga Rack Steer Honda Freed Ternyata Cukup Menguras Kantong!

Rack Steer - otodriver.comRack Steer - otodriver.com

Setiap benda tentunya memiliki usia pakai tergantung perawatan dan kebiasaan penggunanya, demikian halnya dengan . Bagian kontrol kemudi atau rack steer umumnya dapat mengalami kerusakan karena umur pakai atau perilaku mengemudi yang kasar. Apabila sudah rusak, maka tidak ada lain yang dapat dilakukan selain menggantinya dengan rack steer baru.

Cara mengetahui gejala rack steer rusak atau tidak biasanya dapat dilihat dengan cara membelokkan setir. “Cara paling mudah adalah membelokkan setir sampai ¾ mentok dan pegang batang rack steer, sambil meminta tolong seseorang untuk menggoyangkan setir. Jika batang rack steer terasa getar dan oblak, dapat dipastikan part tersebut sudah harus diganti,” kata Herry Liu, bengkel Bandar Per di bilangan Cikokol, Tangerang, seperti dilansir Otomotifnet.

Rack steer bisa saja rusak atau mengeluarkan bunyi yang mengganggu apabila pengendara kerap melalui jalanan berlubang dalam tinggi atau bisa saja karena membelokkan radius setir hingga mentok secara keras. Akan tetapi, masa pakai rack steer kabarnya lebih awet dibandingkan yang telah dilengkapi EPS atau Electric Power Steering.

Hal itu disebabkan karena rack steer konvensional tidak membutuhkan serta sensor untuk pengoperasian mekanisnya. “Jika rusak pun, yang konvensional paling hanya bocor pada seal dan akan rembes oli. Beda dengan yang sudah dilengkapi fitur EPS, rentan sekali rusak misal terendam air seperti banjir,” bebernya.

Meski demikian, biaya memperbaiki rack steer umumnya cukup mahal karena biasanya pabrikan hanya menyediakan onderdil atau suku cadang pengganti secara utuh atau assy. Sebagai contoh, rack steer Honda Freed saat ini berkisar mulai Rp 5 jutaan hingga Rp 7 jutaan di pasaran. Cukup mahal bukan? tersebut pun belum termasuk biaya jasa bongkar pasang dan penggantian sensor-sensor bila dibutuhkan.

Akan tetapi, apabila terjadi permasalahan pada bagian rack steer, rupanya ada cara memperbaiki yang masih relatif terjangkau, yakni dengan direkondisi. “Biasanya kerusakan yang umum terjadi, gigi pinion dan harmonikanya tumpul karena bergesekan tanpa adanya pelumasan akibat debu yang menempel saat pengemudi memutar setir,” jelas Jono dari Bengkel Jantra Specialist Kaki-Kaki.

Gigi tersebut bisa dicor ulang agar terbentuk gerigi baru. Khusus mobil yang masih memakai power steering dengan fluida, sil penahan oli dan karet boot pelindung debu pun bisa diganti yang baru. Jasa service rekondisi segelondong sistem kemudi ini masih relatif lebih murah, sekitar Rp 1,5 jutaan. “Intinya semua rack steer bisa diperbaiki asal dua gigi yang bersinggungan tersebut belum sampai habis,” pungkasnya.

Loading...