Startup ‘Meledak’, Indonesia Menuju Role Model Inovasi dan Kewirausahaan

Indonesia Menuju Role Model Inovasi dan Kewirausahaan - thehill.comIndonesia Menuju Role Model Inovasi dan Kewirausahaan - thehill.com

Memiliki populasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, cadangan minyak dan gas yang substansial, kekayaan emas dan perak, dan ledakan startup di , Indonesia sebenarnya memiliki potensi kehebatan . Dengan memperbaiki pendidikan dan pengelolaan lingkungan, serta memelihara budaya startup yang baru, ini dapat berdiri sebagai model global dalam hal inovasi dan kewirausahaan.

“Saya bertemu dengan masyarakat Indonesia yang jauh lebih modern pada bulan Juli lalu, ketika saya memperoleh kehormatan untuk mengisi pertemuan mengenai inovasi keamanan dunia maya dengan sekelompok profesional muda,” cerita Harold J. Raveché, Ph.D, Presiden Innovation Strategies International. “Antusiasme mereka mengenai keamanan internet dan arsitektur komputer sangat luar biasa.”

Pria yang juga menjabat sebagai Leader of Global Markets untuk Janus Technologies ini menambahkan bahwa kreativitas dan antusiasme kolektif yang berani untuk masa depan menunjukkan potensi besar yang ada dalam masyarakat Indonesia. “The Post bahkan sempat menulis pada bulan Maret yang lalu bahwa dalam lima tahun terakhir, startup telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari, bersamaan dengan meningkatnya penetrasi akses internet,” sambungnya.

startup di sektor e-commerce, keuangan online, dan aplikasi mobile memang telah menarik investasi asing utama. TechCrunch bulan ini melaporkan investasi senilai 1,1 miliar AS Alibaba di Tokopedia. Sumber yang sama juga mengatakan bahwa Expedia menginvestasikan 350 juta AS di Traveloka. Dalam sebuah laporan yang ditulis bersama dengan Google, diperkirakan aktivitas e-commerce di Asia Tenggara akan melonjak dari 5,5 miliar AS pada tahun 2015 menjadi 88 miliar AS satu dekade kemudian.

“Dengan hak paten penduduk per kapita di Indonesia melonjak ke rekor 1.058 pada tahun 2015, dan peringkat WIPO yang naik ke posisi 34 dari posisi 43 di tahun 2014, semangat kewirausahaan masih hidup dan terlihat meningkat,” sambungnya. “Indonesia dapat memprioritaskan kader baru techno-entrepreneur di luar layanan online dengan secara strategis meningkatkan pengeluarannya untuk pendidikan sekitar 3,3 persen dari PDB.”

Sistem New Waste to Energy (W2E) misalnya, akan mengurangi kebutuhan akan lebih banyak lokasi pembuangan dan tempat pembuangan sampah, sekaligus menciptakan ruang terbuka, tenaga listrik, dan lapangan kerja. Di daerah terpencil, sistem W2E skala kecil ini dapat mengimbangi kekurangan listrik dan mengurangi bahaya kesehatan utama dari pembusukan limbah.

“Dengan memperbaiki sistem pendidikan dan pengelolaan lingkungan, serta memelihara budaya startup yang baru, Indonesia dapat berdiri sebagai model global dalam hal inovasi dan kewirausahaan bagi semua negara berpenduduk mayoritas Muslim,” imbuh Raveché. “Melek huruf dan toleransi perlu diadvokasi dalam skala politik yang lebih tinggi. Memang, ini adalah nilai yang dihargai oleh banyak orang Indonesia yang saya kenal.”

Loading...