Start Mulus, Penjualan Mobil Baru di ASEAN Sepanjang Januari Naik 5 Persen

Toyota shows - asia.nikkei.com

JAKARTA – Di awal tahun 2017 ini, penjualan baru di kawasan Asia Tenggara mengalami start yang mulus. Per Januari 2017 lalu, penjualan kendaraan roda empat anyar di enam negara utama di mencapai 249.729 unit atau 5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Di Indonesia, terbesar Asia Tenggara, penjualan mobil baru naik 1 persen menjadi 86.252 unit sepanjang Januari, melanjutkan tren positif yang sudah berlangsung sejak April 2016. Untuk tahun 2017 ini, pertumbuhan penjualan mobil baru di Tanah Air diharapkan mencapai 3 hingga 4 persen menjadi 1,1 juta unit. “Kami berharap penjualan mobil baru bisa pulih,” jelas seorang pejabat senior di sebuah asosiasi industri lokal.

Mobil murah ramah lingkungan (LCGC) menjadi pendorong utama naiknya penjualan mobil di Indonesia. Pasalnya, banyak sepeda motor yang beralih ke kendaraan roda empat ramah lingkungan, dengan sekitar Rp100 jutaan. Dua pabrikan besar, Toyota dan Daihatsu, telah merilis mobil LCGC ini untuk kategori tujuh seater yang sangat pada Agustus lalu.

Sementara itu, di Thailand, pasar terbesar kedua setelah Indonesia, penjualan mobil baru sepanjang Januari melonjak 10 persen menjadi 57.254 unit. Sebelumnya, masyarakat di Negeri Gajah Putih telah menghemat pengeluaran, termasuk membeli kendaraan anyar, setelah kematian Raja Bhumibol Adulyadej pada Oktober 2016. Namun, sekarang banyak kalangan yang percaya bahwa konsumen di Thailand mulai melonggarkan dompet mereka setelah 100 hari kematian sang raja.

Di pasar Filipina, penjualan mobil baru naik hingga 24 persen menjadi 33.785 unit sepanjang Januari 2017, seiring dengan pendapatan masyarakat yang terus meningkat. Toyota Vios dan Hyundai Motor Accent menjadi model yang cukup laris di negara tersebut. Sementara, penjualan mobil di Singapura naik 7 persen menjadi 7.539 kendaraan, sedangkan penjualan mobil di Malaysia stabil dengan angka 44.667 unit sepanjang Januari.

Berbeda dengan lima negara tersebut, penjualan mobil baru di Vietnam selama Januari lalu justru turun 13 persen menjadi 20.232 unit, setelah sebelumnya meningkat di akhir tahun 2016. Konsumen di Vietnam banyak yang menunda membeli mobil baru usai mengetahui bahwa harga mobil kemungkinan merosot pada tahun depan setelah pajak impor mobil dan bagiannya turun di bawah aturan bebas ASEAN.

Loading...