Stabil di Area Hijau, Kurs Rupiah Dibuka Menguat 0,16%

Rupiah - ekbis.sindonews.comRupiah - ekbis.sindonews.com

mampu bergerak stabil di area hijau pada pembukaan perdagangan Selasa (21/8) ini. Seperti dilaporkan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 23 poin atau 0,16% ke level Rp14.565 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir naik tipis 5 poin atau 0,03% di posisi Rp14.588 per AS pada perdagangan Senin (20/8) kemarin.

rupiah mendapat imbas positif dari rencana pertemuan AS dan China. Dua adikuasa ini berniat kembali menegosiasikan kesepakatan dagang,” ujar analis Monex Investindo Futures, Putu Agus Prasuanmitra, dilansir Kontan. “Rencana ini memunculkan kembali harapan pelaku bahwa dagang akan segera berakhir. Perdagangan diharapkan bisa berlangsung normal.”

Putu menambahkan, tidak hanya itu, juga tercatat melemah terhadap sejumlah mata uang regional. Menurutnya, hasil perundingan AS dan China yang positif berpotensi mengantar kembali asing masuk ke emerging market setelah selama ini dialihkan ke safe haven. “Hari ini, mata uang NKRI akan bergerak dengan kisaran Rp14.520 hingga Rp14.620 per dolar AS,” imbuh Putu.

Tidak hanya kepada rupiah, optimisme bahwa ketegangan perdagangan antara Negeri Paman Sam dan Negeri Tirai Bambu akan mereda juga berdampak positif pada minyak dunia. minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September 2018 terpantau naik 0,3% ke level 66,63 dolar AS per barel pada pukul 07.16 WIB, setelah kemarin sudah berakhir di zona hijau.

Sebelumnya, harga minyak mentah AS telah jatuh selama tujuh pekan beruntun karena gejolak keuangan di Turki. Selain itu, pasokan yang meningkat dari OPEC juga membebani harga. “Ada kekuatan nyata di pasar dan harapan bahwa mungkin ada resolusi pada situasi perdagangan AS-China, yang membantu permintaan minyak mentah,” kata mitra di hedge fund New Capital di New York, John Kilduff.

Loading...