Sri Mulyani Jadi Menkeu, Laju Rupiah Menguat 39 Poin di Penutupan

Jakarta – Berdasar Bloomberg Index, Kamis (28/7) dibuka sebesar 0,53% atau 69 poin ke 13.068 terhadap AS. Bahkan hari ini ditutup makin hingga 39 poin atau sebesar 0,30% ke 13.098 per dolar AS.

Menguatnya rupiah kali ini disebabkan oleh yang memutuskan tak akan menaikkan dan meninjau laju bertahap terkait arah pengetatan kebijakan moneter. Hal itulah yang membuat para petinggi ragu untuk menaikkan biaya pinjamannya sebelum memasuki penghujung tahun 2016 ini.

Selain The Fed, nilai tukar mata uang rupiah semakin bergairah lantaran adanya reshuffle kabinet untuk kedua kalinya yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini. Terutama pasca ditunjuknya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan yang baru membuat respon pasar semakin positif.

Adanya sosok Sri Mulyani memperkuat keyakinan investor. Pasalnya dengan kemampuan andal Sri Mulyani, Sri diperkirakan mampu memperbaiki kondisi perekonomian di Indonesia.

“Terutama program tax amnesty akan berjalan sesuai ekspektasi. Pasar percaya penuh akan kemampuan beliau,” ujar Lukman Leong.

Bahkan dari segi politik pun juga telah didukung penuh di tingkat parlemen. “Jadi, kemungkinan program akan berjalan mulus,” tandasnya.

Untuk jangka pendek sendiri rupiah diperkirakan dapat mencapai angka Rp 11.000-12.000 per dolar AS. Namun tentunya pencapaian tersebut dianggap kurang baik jika berlangsung dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Pihak Bank Indonesia (BI) mengupayakan agar mata uang rupiah tidak mengalami kelonjakan yang terlalu drastis. “BI akan melakukan intervensi agar rupiah secara bertahap,” ujar Analis Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Rabu (27/7).

Loading...