Spekulasi Kenaikan FFR Target Mencuat, Rupiah Dibuka Anjlok 58 Poin

Spekulasi kenaikan yang kembali mencuat usai pidato Janet Yellen membuat laju menguat cukup tajam seiring dengan kenaikan imbal hasil US Treasury. Karena itu, diprediksi kembali pada perdagangan awal pekan ini (29/8).

Seperti diwartakan Index, mata uang Garuda mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan sebesar 58 poin atau 0,44% di level Rp13.270 per dolar AS. Kemudian, pada pukul 08.09 WIB, spot kembali anjlok 61 poin atau 0,46% ke posisi Rp13.273 per dolar AS. Sementara, dolar AS terpantau bergerak naik 0,012 poin atau 0,01% ke 95,578 pada pukul 07.20 WIB

“Rupiah berpeluang melemah pada perdagangan hari ini seiring laju indeks dolar AS yang terpantau bergerak positif,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “The greenback menguat karena spekulasi kenaikan FFR target kembali mencuat pasca-pidato Janet Yellen yang lebih hawkish.”

Dalam pidatonya pada pertemuan di Jackson Hole akhir pekan lalu, Gubernur The Fed tersebut menyatakan bahwa kemungkinan untuk pengetatan kebijakan moneter AS telah menguat. Pernyataan tersebut kemudian dipertegas kembali oleh Wakil Gubernur The Fed, Stanley Fischer, yang mengatakan bahwa kenaikan suku bunga berpeluang terjadi pada September.

Meski begitu, ditambahkan Rangga, sentimen tersebut hanya bersifat temporer melihat AS yang dirilis justru memburuk. Ketidakpastian di pasar global berpeluang bertahan hingga FOMC meeting pada minggu ketiga September 2016. “Dari domestik, sentimen negatif masih datang dari potensi pelebaran defisit,” sambungnya.

Senada, Kepala Riset NH Securities Indonesia, Reza Priyambada, mengatakan bahwa pelemahan dolar AS yang terjadi akhir pekan lalu hanya bersifat sementara. Pada hari ini, dolar AS berpeluang kembali menguat karena sentimen global cenderung lebih banyak direspon pasar. “Rupiah hari ini kemungkinan bergerak di kisaran support Rp13.257 dan resisten Rp13.210 per dolar AS,” ungkapnya.

Loading...