Spekulasi di Dunia Kripto Picu Munculnya Koin-Koin Alternatif

Koin-Koin Alternatif - www.theguardian.comKoin-Koin Alternatif - www.theguardian.com

Sejak popularitas bitcoin meroket, kemunculan koin-koin alternatif yang biasa disebut dengan altcoin pun semakin tak terbendung. Awal bulan lalu pengembang lunak berbasis di San Fransisco, Rishab Hedge meluncurkan sebuah cryptocurrency yang dinamai PonziCoin. Berdasarkan tanya-jawab di websitenya, ponzicoin adalah lelucon dan penipuan dengan ‘keamanan kelas Equifax’. Meski konsepnya cukup unik dan terkesan ‘meragukan’, banyak orang yang justru berinvestasi di PonziCoin.

Alhasil karena lelucon ini kabarnya sudah tak terkendali, Hedge pun memutuskan untuk menutup kripto tersebut. Belakangan ini ada banyak minat dari dan spekulan yang berharap bisa menjadi jutawan crypto berikutnya. Lonjakan minat tersebut telah diimbangi oleh ledakan altcoin yang bervariasi mulai dari cara yang sah untuk berinvestasi di perusahaan hingga penipuan secara langsung.

Nama-nama koin alternatif yang beredar di pasaran pun benar-benar konyol, misalnya saja seperti jesuscoin, bananacoin, putincoin, trumpcoin, titcoin, dan potcoin. Dengan sedikit regulasi, insentif finansial yang besar, dan tidak adanya pertanggungjawaban, akan sangat sulit bagi pembeli untuk menyortir koin yang benar-benar potensial.

Ratusan altcoin telah diciptakan melalui initial coin offerings (ICO). Ini merupakan cara baru bagi perusahaan untuk mengumpulkan uang di suatu tempat antara kampanye crowdfunding tipe Kickstarter dan perusahaan yang mencatatkan sahamnya melalui initial public offering (IPO).

Dalam beberapa kasus, seperti bananacoin ternyata ada asli di baliknya, yakni perkebunan di Laos yang berusaha untuk memperluas pisang organik Lady Finger. Setiap keping bananacoin mewakili harga untuk 1 kg dari . Orang yang membeli bananacoin pada dasarnya berinvestasi pada bisnis buah dan akan melihat pengembalian mereka jika harga pisang naik.

“Kedengarannya konyol, tapi ada bisnis menguntungkan yang menarik di baliknya yang menjual produk di dunia nyata dengan uang,” ujar investor kripto, Chris Koerner, seperti dilansir The Guardian.

Bagaimanapun koin-koin lelucon terkadang bisa mengumpulkan nilai yang cukup besar berkat spekulasi yang meluas di pasar. “Tadinya itu dimaksudkan untuk tidak memiliki nilai. Tapi orang membelinya untuk hal yang baru dan orang-orang di baliknya menghasilkan uang,” ujar Song.

Berbeda dari saham, patokan para investor di dunia kripto biasanya mengacu pada sentimen-sentimen yang beredar di Reddit dan Twitter. Platform media sosial inilah yang menimbulkan spekulasi. semacam ini pula yang memicu para regulator untuk mulai mengawasi peredaran crypto. Di Indonesia pun Bank Indonesia (BI) berencana untuk melarang menggunakan bitcoin pada 2018. Bahkan larangan tersebut juga akan diatur dalam peraturan BI (PBI) yang rencananya diluncurkan dalam waktu dekat.

Loading...