S&P Rilis Layak Investasi, Rupiah Rebound di Akhir Pekan

mampu bangkit dari keterpurukan setelah S&P merilis peringkat layak investasi untuk Indonesia. Menurut laporan Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri transaksi hari ini (19/5) dengan penguatan sebesar 31 poin atau 0,23% ke Rp 13.325 per dolar AS.

Membuka , rupiah sebenarnya langsung bergerak anjlok 47 poin atau 0,35% ke posisi Rp 13.403 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali 41 poin atau 0,31% ke level Rp 13.397 per dolar AS. Namun, spot mampu bangkit jelang penutupan hingga berakhir positif.

Rupiah mampu berbalik menguat setelah Standard & Poor’s (S&P) menaikkan peringkat Indonesia menjadi level layak investasi atau investment grade. Kenaikan peringkat itu membuat selera investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri akan terus meningkat. Selain itu, kenaikan peringkat tersebut juga menunjukan risiko investasi di Indonesia menjadi rendah

Dari , indeks dolar AS kembali mengalami pelemahan setelah sempat rebound di sesi transaksi Kamis (18/5) kemarin. Usai dibuka turun 0,008 poin atau 0,09% ke posisi 97,791, mata uang Paman Sam kembali melemah 0,071 poin atau 0,07% ke level 97,808 pada pukul 07.31 WIB. Sebelumnya, greenback sempat rebound 0,31% ke posisi 97,879 pada Kamis.

Seperti diberitakan Reuters, rebound dolar AS pada perdagangan sebelumnya didorong oleh laporan AS yang lebih kuat dari perkiraan, sehingga mengembalikan fokus pasar pada antisipasi kenaikan acuan Federal Reserve. Jumlah warga AS yang menerima tunjangan pengangguran turun ke level terendah dalam 28 tahun, sedangkan indeks bisnis Federal Reserve Philadelphia menunjukkan angka yang lebih baik dari prediksi para ekonom.

“Perekonomian AS memberikan penawar terhadap arus berita negatif yang muncul dari Washington,” ujar Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions di Washington, Joe Manimbo. “Data klaim pengangguran dan indeks Fed Philadelphia mengembalikan harapan untuk pertumbuhan yang lebih cepat pada kuartal kedua dan kenaikan suku bunga The Fed di bulan depan.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di level Rp 13.410 per dolar AS, melemah 67 poin atau 0,5% dibandingkan perdagangan sebelumnya di posisi Rp 13.343 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang di Asia tidak berdaya versus greenback dengan pelemahan terdalam dialami rupiah sebesar 0,3% dan won Korea Selatan sebesar 0,23%.

Loading...