Soft Opening Pasar Baru Pandanwangi: Tawarkan Belanja Kekinian Lewat Aplikasi

pasar-pandanwangi-malangPeresmian Pasar Baru Pandanwangi oleh perwakilan pejabat Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang

MALANG – Berawal dari dorongan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, Puji Sutrisno dan Budiono warga Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, bekerjasama dengan sejumlah pihak membangun pasar di atas lahan miliknya seluas 700 meter persegi. Setelah proses pembangunan selesai, Pasar Baru Pandanwangi ini pun dilaunching dengan dihadiri oleh sejumlah masyarakat dan instansi terkait, pada Jum’at (18/6).

Soft launching Pasar Pandanwangi ini turut dihadiri oleh wakil dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Kota Malang, Camat Blimbing, dan Babinkamtibmas beserta jajarannya yang menyaksikan langsung proses pembukaaan pasar. Pihak instansi terkait yang turut hadir pun memberikan sambutan baik atas dibukanya Pasar Pandanwangi.

“Tujuan dibangunnya pasar yakni untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Pandanwangi di tengah persaingan bisnis yang tinggi dengan pasar modern. Pasar Pandanwangi dikelola oleh masyarakat menengah ke bawah dengan terjangkau sebesar Rp300 ribu per bulan,” ujar Pengelola Pasar Pandanwangi, H. Budiono.

Dia menegaskan, pihaknya telah menawarkan pedagang di sekitar pasar untuk bergabung, sehingga pasar baru yang berlokasi di Jl. L. A. Sucipto No 333, RT 01 – RW 10, Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini sudah siap beroperasi untuk masyarakat sekitar. Setidaknya, di Pasar Pandanwangi sudah ada lebih dari 100 lapak dengan ukuran bervariasi sekitar 2×2 meter dengan sistem sewa per bulan. Tak jauh berbeda dari pasar lainnya, Pasar Pandanwangi juga menjual berbagai bahan kebutuhan sehari-hari, mulai dari sayur-mayur, ikan, ayam, daging, sembako, hingga makanan siap saji serta keperluan alat rumah tangga lainnya.

“Para pedagang ini berasal dari daerah sekitar Kelurahan Pandanwangi, beberapa di antaranya warga Pakis dan Poncokusumo. Jam operasional di Pasar Pandanwangi terbilang lama dimulai dari jam 4 pagi hingga jam 8 malam dengan harapan dapat menambah pendapatan pedagang,” tambah H. Budiono.

Para pedagang di Pasar Pandanwangi juga telah membentuk komunitas pedagang untuk menjembatani komunikasi yang berkaitan dengan transaksi atau kegiatan jual beli di pasar. Semula, pedagang di sekitar Pasar Pandanwangi membangun pasar dadakan atau krempyeng yang lokasinya di pinggir jalan, sehingga dikhawatirkan dapat membahayakan pembeli maupun penjual. Dengan adanya pasar baru di Pandanwangi dapat menjadi wadah para pedagang untuk bertransaksi secara aman. Apalagi, masyarakat di luar Pandanwangi pun dapat menikmati berbelanja lebih mudah melalui E-Pasar.

“Dari dinas terkait siap memfasilitasi pendampingan, pembinaan, dan SOP tentang perdagangan sekaligus harga untuk Pasar Pandanwangi. Kami pun juga mengawasi kegiatan transaksi lewat E-Pasar,” ungkap Wakil Ketua Bidang Perdagangan dan Distribusi KADIN Kota Malang, Dicky Sulaiman.

Selama ini, pemerintah telah mendukung penuh adanya platform E-Pasar, hanya saja, masih dalam tahap sosialisasi dan sinkronisasi dari semua lini. Ke depan, E-Pasar dapat mengambil peran untuk membantu pemerintah dalam proses peralihan pasar konvensional ke pasar .

“Dengan adanya E-Pasar, tak hanya dapat memudahkan masyarakat tetapi juga pemerintah untuk proses pendampingan pasar yang selama ini dirasa sulit. E-Pasar menjadi salah satu penyedia lapangan baru dan pendapatan asli daerah karena transaksi perdagangannya jelas,” pungkas Dicky.

Loading...