Skrining Bayi Prematur Lewat Tes Echo Jantung, Biaya Mulai Rp 500 Ribuan

Skrining Bayi Prematur

yang lahir prematur memang lebih berisiko mengalami komplikasi. Oleh sebab itu perlu mengikuti berbagai rangkaian screening mulai dari pemeriksaan penglihatan, pendengaran, kepala, pernapasan, saluran pencernaan, hingga jantung.

“Skrining penting, merupakan suatu yang wajib agar memastikan semua aman, karena organ pada bayi prematur belum matang. Masalahnya banyak aspek yang bisa berpengaruh,” ujar dr. Agung Zentyo Wibowo.

Skrining mata dapat dilakukan lewat Retinopathy of Prematurity (ROP), untuk pendengaran bisa diperiksa lewat Otoacoustic Emissions (OAE) dan tes Brainstem Evokad Response Audiometry (BERA) oleh Telinga Hidung Tenggorokan ().

Sedangkan jantung dapat diperiksa lewat skrining Echo Jantung atau ekokardiografi (USG jantung). Echo jantung merupakan pemeriksaan yang teknologinya sama seperti melihat janin dalam perut ibu. Karena tak adanya pancaran sinar radiasi, maka pemeriksaan ini tergolong aman untuk berbagai usia termasuk bayi.

Tes Ekokardiografi dapat memberikan gambaran jantung yang sedang berdenyut dan dapat merekam gambar dengan sempurna untuk membantu dokter mengevaluasi kesehatan seseorang. Di wilayah Jakarta Timur biasa tes echo jantung untuk bayi dan anak cukup terjangkau hanya sekitar Rp 500 ribuan saja.

Sedangkan tes echo jantung untuk orang dewasa biayanya sedikit lebih mahal. Salah satu pasien yang pernah diperiksa jantungnya melalui tes ekokardiografi di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading 2 tahun lalu dikenai sekitar Rp 1,4 jutaan. Saat ini kemungkinan biayanya sudah lebih mahal dari itu.

Kebanyakan besar atau biasanya sudah tersedia alat Echo Jantung dan bersedia melayani pemeriksaan tersebut. Untuk pasien pengguna Kesehatan umumnya tak akan dikenai biaya jika melakukan tes rekam jantung atas anjuran dari dokter di fasilitas kesehatan yang terdaftar di kartu . Namun jika pasien melakukan echo jantung atas inisiatif sendiri, maka biayanya tak akan ditanggung oleh .

Loading...