Skandal Pencucian Uang RCBC, Filipina Perlu Reformasi Perbankan

Skandal pencucian uang yang terjadi di Rizal Commercial Banking Corp (RCBC), membuat Filipina, Bangko Sentral ng Pilipinas, dituntut untuk melakukan reformasi dengan memperkuat perbankan. Meski secara umum skandal ini tidak berpengaruh besar kepada , namun pengambilan sikap yang “biasa-biasa saja” bisa membahayakan perekonomian dalam jangka panjang.

“Kami harus mengakui bahwa ada risiko yang terkait dengan ini,” ujar Gubernur Bank Sentral Filipina, Amando Tetangco. “Dan oleh karena itu, kami perlu untuk mengatasinya.”

Pada tanggal 22 Maret lalu, RCBC telah memecat Kepala Cabang RCBC di Makati City, Maia Santos-Deguito, karena diduga telah melakukan pencucian uang sebesar 81 juta dolar AS. Keputusan tersebut terkait dengan gugatan yang dilakukan Philippine Anti-Money Laundering Council (AMLC) kepada Deguito pada 11 Maret lalu. Jika terbukti bersalah, Deguito diancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun dan denda sebesar 3 juta atau setara 64.500 dolar AS.

Lalu, pada tanggal 23 Maret, RCBC menerbitkan pernyataan dalam suatu surat kabar lokal yang berbunyi “RCBC menawarkan maaf yang tulus untuk keterlibatan personel dalam skema pencucian uang yang terjadi saat ini.”

Ketika Philippine Daily Inquirer mengabarkan skandal pencucian uang ini pada 29 Februari lalu, saham RCBC sempat merosot sekitar 10,3%. Namun, saham bank ditutup 1,7% di 29,60 peso pada 23 Maret, setelah sebelumnya jatuh ke angka 29,10 pada 22 Maret.

“Kinerja saham saat ini sangat dipengaruhi penyelidikan di senat,“ jelas analis ekuitas di broker lokal, COL Financial, Charles Ang. “ khawatir tentang dampak potensial dan konsekuensi dari masalah ini.”

Meski begitu, bank di Filipina lainnya belum terkena dampak negatif masalah ini, di samping fundamental yang relatif solid. Menurut laporan FT Confidential Research, rasio kecukupan modal dari 37 bank “universal” dan komersial mencapai 16,42% pada kuartal kedua , jauh di atas angka 10% yang ditetapkan oleh bank sentral.

“Sejauh ini, pada tahun 2015, kami berpikir bahwa investasi RCBC cukup baik, dengan hasil tahunan sekitar 6%,” kata Wakil Presiden Eksekutif Cathay Life Insurance, Lin Chao-Ting. “Kasus pencurian yang terjadi di RCBC tidak akan memengaruhi keyakinan kami terhadap perusahaan. Kami berpikir, RCBC memiliki tim manajemen yang sangat layak dan banyak dari mereka yang berasal dari Citi.”

Ditambahkan Lin, RCBC tidak perlu mengeksekusi secara menyeluruh prosedur pengendalian internal. “Mereka mungkin memerlukan pelatihan staf yang lebih disiplin serta kewaspadaan yang lebih dari risiko pencucian uang atau pencurian maya dari karyawannya,” sambungnya.

Loading...