Sistem E-Tilang Mulai Diterapkan, Berapa Biaya Dendanya?

E-Tilang - rayapos.comE-Tilang - rayapos.com

Seiring dengan dan untuk menghindari praktik pungutan liar, sejumlah kesatuan kepolisian di beberapa di Indonesia sudah menerapkan sistem tilang atau e-tilang. Penerapan e-tilang ini juga untuk mempermudah pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas guna melakukan biaya denda.

“Untuk e-tilang ini, di antaranya petugas Satlantas melakukan penindakan terhadap pengendara yang melanggar lalu lintas, kemudian kami akan memasukkan data tilang pada e-tilang,” jelas Kasat Lantas Polres Mempawah, AKP Anne Tria Sefyna. “Pelanggar harus memberikan data yang benar, berupa nomor KTP, nomor polisi kendaraan, dan terutama nomor , karena selanjutnya membutuhkan nomor ponsel yang valid.”

Pada tahap tersebut, Anne melanjutkan, polisi juga akan menentukan pasal yang dilanggar oleh pengendara. Setelah didata, pelanggar mendapatkan notifikasi nomor pembayaran tilang. Notifikasi berupa SMS ini memberitahukan nomor pembayaran tilang dan juga nominal pembayaran denda maksimal sesuai dengan pasal yang dilanggar.

“Untuk teknis pembayaran dengan e-tilang ini kepada pengendara yang melanggar aturan lalu lintas, akan mendapatkan surat tilang secara manual dan harus melakukan penyetoran melalui ATM bank yang telah ditunjuk atau manual,” sambung Anne. “Untuk dana tilang akan langsung ke kas negara dan sisa denda tilang dapat diambil di bank dengan menunjukkan SMS dari Korlantas atau bisa ditransfer ke rekening pelanggar.”

Meski telah diterapkan di beberapa wilayah, namun ada sebagian kesatuan yang belum melakukan sistem e-tilang ini karena terkendala proses penentuan jumlah biaya bagi pelanggar yang dikenai denda. Pasalnya, masih terdapat perbedaan besaran denda pada tabel denda untuk satu daerah dengan daerah yang lain, salah satunya karena income kapasitas per kapita setiap daerah yang berbeda.

“Kalau dari Korlantas, kami ingin (besaran denda) sama,” ujar Kepala Korlantas Polri, Irjen Royke Lumowa. “Tetapi, di Indonesia diterapkan criminal justice system, ada kejaksaan, pengadilan, termasuk juga daerah. Karena itu, untuk menentukan tabel denda di semua daerah bisa berbeda-beda.”

Jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tidak dapat menunjukkannya ketika ada razia, akan dikenakan denda Rp250.000. Sementara, pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM akan dikenai denda maksimal Rp1.000.000, dan pengendara kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dengan STNK, dikenai denda sebesar Rp500.000.

Loading...