Singkong Keju D-9, Oleh-oleh Khas Salatiga Favorit

Singkong Keju D-9 - www.tokopedia.comSingkong Keju D-9 - www.tokopedia.com

Singkong mentah yang telah diolah mampu menjadi bercita-rasa tinggi. Apalagi jika Anda berkunjung ke Salatiga. Singkong Keju Salatiga yang terkenal diberi label D-9 Salatiga. Tempat ini selalu ramai dikunjungi pembeli.

Berlokasi di Jl. Argowiyoto no. 8 A Salatiga, ini mampu merebut hati masyarakat. Awalnya singkong dikenal sebagai makanan kalangan bawah, tetapi, berkat tangan kreatif Hardadi, kini singkong telah menjadi makanan yang diburu kalangan menengah ke atas juga.

Singkong mentah per kilonya dihargai Rp 1.600-2.000. Untuk (beku), termurahnya mencapai Rp 10.000 per dus, isinya 7 ons. Sementara untuk singkong original harganya Rp 15.000 per dus, singkong keju Rp 16.000 per dus, dan singkong keju ceres Rp 17.000 per dus. Dari segi rasa, semua mempunyai cita rasa sama, gurih, merekah, serta nikmat saat disantap.

Di D-9 Singkong Keju Salatiga, Anda harus berlomba dengan pembeli lain, karena di sini pembelian singkong keju dibatasi jumlahnya. Hal ini menurut pemiliknya, Hardadi, dimaksudkan supaya pembeli tidak kecewa. “Mereka jauh-jauh dari luar kota, mampir Salatiga ingin membeli oleh-oleh singkong. Kalau pembelinya tidak kami batasi, mereka pasti tak kebagian,” ujarnya.

Asal mula nama D-9 ternyata bermula dari kisah Hardadi sendiri. Dulunya ia adalah seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap, dan kerap berurusan dengan . Sampai suatu ketika, tahun 2009, ia kena batunya. Ia ditangkap petugas Polresta Surakarta karena menggunakan . Akibatnya, Hardadi harus mendekam di Lembaga Pemasyarakatan setempat. “Bapak menempati blok D-9,” tutur Dyah, istri Hardadi.

Selain singkong keju, D-9 juga menawarkan olahan singkong seperti mentho (sebagian orang menyebutnya lentho) yang merupakan campuran singkong, parutan kelapa dan kacang tholo. Campuran tersebut dibentuk bulat-bulat kemudian digoreng.

Di sini juga dapat ditemukan pula kleyem, singkong yang dibentuk bulat, diisi gula jawa dan digoreng. Jika disantap hangat-hangat, maka akan merasakan sensasi gula jawa yang meleleh saat digigit.

Cita rasa singkong keju ini telah terbukti lezat di lidah pembeli. Seperti kata Lutfia, warga Ngablak, Magelang yang menikmati dua potong singkong keju yang dibeli dan dimakan langsung di outletnya. Ia bersama dua rekannya membeli dua porsi singkong keju. Dalam satu porsi berisi 3 potong singkong. Sebagai teman menyantap singkong, ia memesan segelas teh hangat. Seporsi singkong keju dihargai Rp 7.000.

“Wah sudah kekenyangan. Rasanya sudah tidak kuat untuk menghabiskan sepotong singkong lagi. Ini tidak sekadar sebagai cemilan, tetapi juga mungkin bisa sebagai pengganti sarapan, pengganjal perut saat lapar,” kata Lutfia.

Menurutnya, itu adalah singkong terenak yang pernah dicobanya. “Biasanya kan keras, tidak empuk. Rasanya pun belum jaminan lezat dan gurih. Di sini sangat beda dibandingkan dengan yang lain. Meskipun menu , tetapi bisa jadi santapan saat bersama dengan teman-teman. Tidak kapok ke sini. Besok-besok lagi ketika ada kesempatan, pasti akan ke sini lagi,” tambahnya.

Jaminan singkongnya yang empuk, baik dimakan di tempat maupun yang frozen, membuat Singkong Keju D-9 Salatiga mencuri hati pembeli. Seperti yang dikatakan Vera Yanti, pembeli dari Jakarta, “Meskipun disimpan di freezer beberapa hari, rasanya tetap sama dan tetap empuk. Berbeda dengan singkong lainnya. Itu yang membuat saya senang dan tidak bosan untuk selalu datang ke sini.”

Tanggapan positif dari pembeli merupakan hasil dari kerja kerasnya merintis usaha. Diiringi dengan keuletan, telaten dan kesabaran tidak akan mengantarkan Hardadi, pemiliknya, merasakan perkembangan usahanya saat ini.

Loading...