Simpan Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Harga Bawang Bombay per Kg Mulai Rp 19 Ribuan

Ilustrasi : Bawang Bombay di pasaran

Meskipun harganya relatif lebih dari bawang merah biasa atau bawang putih, bawang bombay ternyata menyimpan banyak manfaat untuk . Seperti diketahui, bawang bombay juga punya fungsi yang hampir sama dengan bawang merah, yakni dapat menyedapkan suatu . Apabila rajin dikonsumsi, bawang bombay disebut-sebut dapat membersihkan dan mendetoksifikasi tubuh untuk menghilangkan penyakit.

Di ada 2 jenis bawang bombay yang biasanya , yakni bawang bombay biasa dan bawang bombay merah. Adapun bawang bombay biasa per kg dipatok sekitar Rp 19 ribuan di induk, sedangkan untuk bawang bombay merah harganya relatif lebih mahal, yakni sekitar Rp 50 ribuan per 1 kilogram.

Menurut Dr. Jonathan Stegall, praktisi pengobatan integratif di Johns Creek, Ga., bawang bombay memiliki banyak sifat menguntungkan untuk kesehatan. “Bawang mengandung sejumlah besar senyawa belerang, yang tidak hanya memberi bau yang dapat dikenali, tetapi juga agen detoksifikasi yang kuat,” ujarnya seperti dilansir Nakita.

Tak cukup sampai di situ, bawang bombay memiliki efek antihistamin karena quercetin, antioksidan yang bertindak layaknya antihistamin dan agen anti-inflamasi. Quercetin dipercaya mencegah sel-sel kekebalan melepaskan histamin, yang merupakan bahan kimia yang menimbulkan reaksi alergi. Hal ini pula yang membuat sejumlah peneliti percaya jika bawang bombay bisa membantu meringankan asma. “Penelitian telah menunjukkan bahwa quercetin menyebabkan bronkus saluran pernapasan melebar,” tutur Stegall.

Kemudian berdasarkan studi tahun 2007 yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, quercetin secara signifikan dapat mengurangi tekanan darah tinggi pada orang dewasa yang menderita hipertensi. “Bawang terlibat dalam menjaga tekanan darah yang baik, menghambat pengerasan arteri, dan menjaga arteri tetap elastis,” jelas Stegall.

Yang lebih menarik lagi, konsumsi bawang bombay kabarnya dapat membantu mengurangi kanker jika dikonsumsi bersama kunyit. Dalam studi tahun 2006 yang dipublikasikan dalam Clinical Gastroenterology and Hepatology, kombinasi bawang dan kunyit dapat menciptakan efek yang mengurangi dan host prakanker di usus, sehingga dapat meminimalisir kanker usus besar.

Mengonsumsi bawang secara teratur pun bisa membantu mengeluarkan zat-zat potensial karsinogen, karena di dalamnya mengandung senyawa organosulfur. “Senyawa ini ditemukan di dinding sel bawang, dan dilepaskan ketika bawang dicincang atau dikunyah,” tandasnya.

Loading...