Sikap Dovish The Fed Bikin Rupiah Bebas Melenggang di Awal Perdagangan

Rupiah - www.konfrontasi.comRupiah - www.konfrontasi.com

Jakarta membuka awal pagi hari ini, Jumat (1/2) dengan penguatan sebesar 27,5 poin atau 0,20 persen ke level Rp 13.945 per . Pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (31/1), menutup bulan Januari 2019 dengan penguatan tajam sebesar 158 poin atau 1,12 persen ke level Rp 13.973 per USD.

AS melemah cukup dalam usai memutuskan untuk menahan acuannya dan berjanji akan bersabar dalam hal kenaikan pinjaman lebih lanjut. Usai mengadakan pertemuan kebijakan atau meeting selama 2 hari yang berakhir pada Rabu (30/1) waktu setempat, The Fed memutuskan untuk membiarkan tingkat suku bunganya tidak berubah di kisaran 2,25 hingga 2,50 persen.

Terkait ketidakpastian tentang prospek ekonomi Amerika Serikat, Gubernur The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa penaikan suku bunga The Fed telah berkurang dan pihaknya akan menurunkan ekspektasi sebelumnya untuk beberapa pengetatan lebih lanjut. “Situasi saat ini membutuhkan kesabaran,” kata Powell, yang merujuk pada prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut, demikian seperti dilansir melalui Bisnis.

The Fed pun kini bersikap lebih dovish terkait pelepasan aset yang sedang berlangsung, serta mengaku siap untuk menyesuaikan rencana berdasar perkembangan ekonomi dan keuangan. “Rupiah jelas mendapatkan manfaat dari pidato The Fed yang bernada dovish semalam, yang dapat mendukung aliran masuk obligasi pada khususnya,” ujar Dushyant Padmanabhan, pakar strategi mata uang di Nomura Holdings Inc., Singapura.

Menurut Analis Asia Trade Point Futures Deddy Yusuf Siregar, dalam jangka pendek rupiah akan melanjutkan penguatannya dalam perdagangan hari ini meskipun tipis. The Fed memutuskan menahan suku buka karena melihat perlambatan ekonomi yang terjadi akibat perang dagang antara AS dengan China, sehingga para pelaku berburu aset berisiko seperti mata uang dan saham dari negara-negara emerging market.

“Bisa dilihat juga jika pelaku pasar hari ini, mayoritas melepas dollar AS, sehingga rupiah menguat,” jelas Deddy, seperti dilansir Kontan. “Menguat terbatas sebab besok (hari ini) adalah akhir pekan di mana pelaku pasar biasanya mengamankan aset dengan profit taking, dan akan ada dari AS berupa payroll dan inflasi dari Indonesia,” sambung Deddy.

Loading...