Sibuk Berpolitik, Harry Tanoe Abaikan MNC Group?

Hary Tanoesoedibjo - asia.nikkei.com

JAKARTA – Saat ini, Hary Tanoesoedibjo sedang disibukkan dengan hubungannya dengan AS, . Beberapa kalangan berpendapat, hubungan dengan Trump dilakukan Tanoesoedibjo untuk memuluskan ambisinya menuju RI 1 pada tahun 2019 mendatang. Hal ini pun mengundang spekulasi bahwa Harry Tanoe bakal menyisihkan Group yang kemudian dimanfaatkan para kompetitor untuk menjaring penonton.

MNC atau Nusantara Citra, dijalankan Global Mediacom milik Tanoesoedibjo, yang menaungi tiga stasiun televisi besar, RCTI, MNCTV dan GlobalTV. Januari lalu, menurut riset Nielsen, pangsa mencapai lebih dari 40 persen. Tetapi, dalam beberapa pekan terakhir, saham MNC di Bursa Efek Jakarta telah menurun 9 persen dan ditutup pada Rp1.590 per saham pada akhir pekan (24/2) lalu. Saham pesaing terbesarnya, Surya Citra Media, malah naik 13 persen dibandingkan periode yang sama.

Pada bulan Januari, Surya Citra mengumumkan akuisisi 80 persen saham di Sinemart Indonesia, sebuah rumah produksi independen yang mengkhususkan diri dalam sinetron Indonesia. Didirikan pada tahun 2003, Sinemart sebelumnya telah memproduksi sinetron secara eksklusif untuk RCTI, saluran unggulan MNC, selama lebih dari satu dekade.

Pada tanggal 20 Februari, SCTV, salah satu dari dua stasiun TV milik Surya Citra, menayangkan sinetron perdana buatan Sinemart selama tujuh jam non-stop dan menampilkan banyak aktor dan aktris yang sebelumnya membintangi drama RCTI . Bintang-bintang juga mengambil bagian dalam kampanye pemasaran di media sosial dengan hashtag #sayadiSCTV atau ‘Saya dengan SCTV’, usaha yang jelas menggoyang pemirsa RCTI.

Surya Citra sendiri dimiliki oleh Eddy Sariaatmadja, yang seperti Tanoesoedibjo, melihat kesempatan di industri televisi setelah jatuhnya rezim Suharto pada tahun 1998. Namun, tidak seperti Tanoesoedibjo, yang berusaha mendapatkan nominasi untuk wakil presiden Indonesia pada tahun 2014 dan telah menyatakan minatnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada 2019, Sariaatmadja sangat jauh dari hingar-bingar .

Akuisisi Sinemart dipandang sebagai cara untuk mengubah peringkat SCTV setelah kinerja suram di tahun 2016, dengan rata-rata penonton 12 persen pada bulan Desember. “Sinemart dapat meningkatkan konten dari acara TV kami,” kata perusahaan itu.

Meski begitu, MNC tidak tinggal diam. Lengan produksi, MNC Pictures, yang baru-baru ini menggantikan Sinemart, telah menyelesaikan sebuah kompleks studio seluas 110.000 hektare di Jakarta. Studio ini bertujuan untuk meningkatkan lineup MNC di berbagai kategori acara guna memperluas basis penonton.

Iklan telah menciptakan hampir semua pendapatan dan keuntungan MNC. Tetapi, pada bulan September, Tanoesoedibjo mengundurkan diri sebagai CEO dari MNC, sebuah langkah yang dilihat sebagai tanda pergeseran ke arah pengembangan bisnis baru. Agenda ambisius, termasuk mengembangkan sebuah hotel bintang enam dengan bisnis keluarga dari Donald Trump, sebuah taman hiburan, dan trek balap F1. Selama jangka panjang, ia berharap kelompok akan memiliki tiga pilar, yaitu media, keuangan, dan properti.

Tanoesoedibjo juga telah sibuk mempromosikan partainya, Partai Persatuan Indonesia, di seluruh nusantara guna menuju kursi Presiden RI 2019. Di saat yang sama, saingan lain menerkam kesempatan, dengan MD Entertainment, rumah produksi yang telah membuat film hit, baru-baru ini mencapai kesepakatan memproduksi sinetron eksklusif untuk jaringan yang dimiliki taipan Chairul Tanjung. Tanjung juga memperluas saluran TV berbayar, meluncurkan versi lokal dari CNN pada 2015. Sementara itu, ANTV, yang dikendalikan oleh keluarga Bakrie, telah mendapatkan popularitas dengan menayangkan sinetron India dan Turki.

Selain peringkat bulanan, analis menanti apakah Tanoesoedibjo dapat memanfaatkan hubungan dengan Trump untuk meningkatkan profil internasional dan membawa baru. Selama perjalanannya ke AS pada bulan Januari untuk menghadiri pelantikan Trump, Tanoesoedibjo memposting foto dirinya dan CEO Walt Disney, Robert Iger, di akun media sosialnya. Tanpa adanya pertumbuhan MNC, kas dan sumber daya, ia dapat merusak happy ending.

Loading...