Sering Disebut Juga Tupai Puwar, Harga Tupai Tanah Mulai Rp 25 Ribu Per Ekor

harga, tupai, tanah, puwar, hewan, peliharaan, jenis, pasar, jatinegara, per, ekor, online, tubuh, besar, panjang, kepala, badan, karnivora, sumatra, kalimantan, punggung, bawah, siang, hariTupai tanah (sumber: sfondifree.it)

tanah atau ada juga yang menyebutnya puwar memiliki tubuh yang paling besar di antara lainnya dan biasanya menyebar terbatas di daerah Sumatra dan Kalimantan. Untuk panjang kepala dan badannya antara 165 sampai 321 mm, ekornya berukuran 130 sampai 220 mm, dan kaki belakangnya berukuran 43 sampai 57 mm.

di badannya berwarna lurik dengan pangkal hitam dan ujung berwarna coklat kemerahan, sehingga memberi kesan warna punggung cokelat kemerahan. Bagian depan kepala dan bahu berwarna sedikit lebih pucat dan biasanya abu-abu kekuningan pada bungalan, sementara untuk daerah tengah-tengah punggung terdapat garis coklat kemerahan yang semakin gelap dan hitam pada daerah pantat. Untuk daerah sisi bawah tubuh biasanya berwarna bungalan kemerahan.

Tupai tanah termasuk hewan karnivora yang berburu serangga dan hewan diurnal yang aktif pada siang hari. tupai tanah per berkisar Rp 25.000 hingga Rp 50.000. Bagi yang berminat, Anda bisa membelinya langsung di hewan atau secara online.

Bagi warga Jakarta Timur dan sekitarnya, Anda bisa mengunjungi Pasar Hewan Jatinegara. Sejak dulu pasar ini dikenal sebagai tempat menjual berbagai jenis . Hewan yang beraneka ragam mulai dari jenis hewan melata, burung, ikan, ayam, dan berbagai jenis hewan lainnya. Di pasar tersebut juga menjual aneka jenis tupai mulai dari tupai terbang.

Menurut Usman, salah seorang pedagang mengatakan pasar ini memang sudah ada puluhan tahun lalu, namun ia tidak tahu persis kapan pasar ini ada. “Pasar ini sudah lama, semua orang juga sudah kenal pasar ini sebagai pasar burung,” katanya.

Pria asal Sumedang itu memang sudah lama menekuni profesi sebagai pedagang hewan, saat ini, ia menjual aneka jenis burung, seperti beo, perkutut, nuri, dan berbagai jenis burung lainya. Walau sudah lama berjualan burung, ia mengaku belum berpikir untuk mencoba usaha selain berjualan burung.

“Belum ada sih, bisanya cuma jual burung, nanti kalo coba yang lain gak sesuai, yang ada nanti balik lagi jadi penjual burung, sama saja, jalanin aja yang ada,” ujar Usman.

Pengunjung yang datang ke pasar hewan ini akan ramai dikunjungi ketika hari libur, Sabtu, dan Minggu. “Biasanya, banyak yang datang ketika hari libur, ketika hari libur para pedagang pasti ada yang bawa jenis burung yang lagi banyak dicari,” tambah Usman.

“Risiko memang tinggi untuk berjualan hewan hidup, jadi kami harus pintar bagaimana mengurusnya dan menjualnya, untuk itu kami terkadang juga tidak mengambil untung banyak, jika terasa pas udah pasti kami lepas,” tutur Usman kembali.

Pasar hewan Jatinegara memang kerap kali didapati hewan-hewan langka saat ada pemeriksaan, namun para pedagang tidak dapat berbuat apa-apa ketika hewan yang disinyalir hewan langka dibawa oleh petugas pemeriksaan.

Loading...