Sering Digunakan Untuk Teknik Transfer Foto Ke Kayu, Harga Lem DF 74 Sekitar Rp 175 Ribuan

harga, lem, df, 74, kerajinan, souvenir, hadiah, photo, wood, teknik, ukuran, botol, 500ml, online, transfer, media, kayu, keramik, akrilik, pesanan, kering, kertas, pengeringan, gosok, alternatif, matahariPenggunaan lem DF 74 (youtube: Dadan Craft)

Anda pernah melihat foto yang bisa tercetak di , , dan lainnya? Untuk bisa melakukan transfer foto ke diperlukan . yang biasa digunakan yaitu DF 74 (transfer foto ke kayu, keramik, akrilik, dan lainnya). Harga satuannya sekitar Rp 175 ribu sampai Rp 200 ribu.

Bentuk lem DF 74 biasanya berbentuk seperti botol dengan ukuran sekitar 500ml. Lem ini bisa dibeli secara online, maupun offline. Kelebihan dari lem itu antara lain transfer yang relatif cepat yaitu 30 menit, tahan air, tidak luntur, dan lainnya.

melakukan transfer foto ke kayu dimulai dengan mengoleskan lem secara merata pada permukaan kayu, lalu tempelkan foto pada media kayu. Ratakan foto di atas media kayu. Tunggu hingga lem kering, lalu buang foto yang menempel pada kayu. Pada proses pembuangan foto, disarankan untuk membasahinya terlebih dahulu. Kemudian, gosok dan garuk media dengan tangan atau memakai alat. Foto pun sudah tertempel pada kayu.

Dengan media kayu yang bisa dijadikan media cetak foto, membuka peluang bagi mereka yang ingin berbisnis. Bisnis yang bisa dijalankan salah satunya adalah souvenir. Pebisnis yang melirik kesempatan itu adalah Dwi Budi Darma Suwali beserta dua temannya.

Awal mula itu ketika Dwi rajin melihat cara pembuatan photo wood di Youtube. Sesuai dengan tutorial yang dilihat, Dwi dan dua temannya yaitu Dony Mardiatmoko dan Jalu Lambang Triatmojo memilih limbah jati Belanda sebagai media photo wood.

Mengapa memilih limbah kayu jati Belanda? Menurut Dwi, jenis kayu itu bobotnya ringan tetapi tahan terhadap serangan rayap. “Beli dari pengusaha mebel di Madiun,” ujarnya.

Menerapkan teknik pembuatan photo wood dinilai tidak mudah. Salah satunya proses transfer foto ke kayu itu sendiri. Awalnya, Dwi dan kedua temannya memakai pernis. Tetapi, cairan itu malah membuat serat kayu yang menjadi ciri khas photo wood hilang.

Akhirnya, mereka (Dwi dan kedua temannya) melakukan eksperimen, dan akhirnya menemukan formula khusus. “Kalau beli di online mahal, 700 ml harganya Rp 170 ribu. Itu saja belinya harus dalam jumlah banyak,” tutur Dwi.

Seiring waktu, mereka juga menemukan metode alternatif untuk proses pengeringan. Jika biasanya mengandalkan sinar matahari, dalam kondisi tertentu, Dwi dan rekannya memanfaatkan bola lampu dan kipas angin. “Dari coba-coba saja. Pernah pada waktu itu mendapat pesanan jam 15.00, dan jam 19.00 harus sudah jadi,” ucap Dony, rekan Dwi.

Kerja keras Dwi, Dony, dan Jalu tidak sia-sia. Kini, usaha mereka bertiga sudah merambah berbagai daerah seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Banten, dan Manado. Bahkan, beberapa waktu lalu, mereka mendapat order dari Hong Kong. “Minta dibuatkan photo wood dengan media jam dinding kayu,” imbuh Jalu.

Satu unit photo wood ukuran 20×30 cm dibanderol harga Rp 70 ribu. “Kebanyakan untuk hadiah atau souvenir,” tutur Dwi. Dalam mengerjakan pesanan, ia dibantu oleh tiga pelajar. Tambahan tenaga itu membuat kapasitas produksi meningkat.

Loading...