Sering Digunakan Sebagai Tempat Bekal, Kotak Makan Plastik Dijual Mulai Harga Rp 2.700

Kotak Makan Plastik - (Sumber: tokopedia.com)Kotak Makan Plastik - (Sumber: tokopedia.com)

Kotak makan plastik belakangan ini telah menjadi tren dalam hal membawa bekal , hal tersebut dianggap bahwa membawa yang dimasak sendiri di rumah lebih sehat, higienis, dan juga hemat.

Harga kotak makan plastik bervariasi, mulai dari Rp 2.700 hingga Rp 90.000. secara online dapat menjadi salah satu alternatif bagi Anda yang berminat membelinya. Selain itu, Anda juga bisa menemukan dengan mudah tersebut di toko-toko terdekat di kota Anda.

Jika kotak makan plastik digunakan setiap hari, mungkin akan terdapat sisa makanan yang menempel. Hal tersebut berpotensi menjadi tempat hidup bakteri dan kuman, sehingga dapat merugikan kesehatan.

Untuk mencegah hal tersebut, ada beberapa tips yang bisa dilakukan, antara lain mencuci sendok dan tangan dengan bersih, mencuci kotak sampai kesat, dan tidak disarankan mengelap kotak dengan kain.

Dalam pembuatan kotak plastik, terdapat dua pelembut umum yang digunakan, yaitu bisphenol-A (BPA) dan phthalate yang dianggap sebagai pengganggu endokrin, dalam dosis tinggi dapat mengganggu sistem endokrin (kelompok kelenjar yang menghasilkan beberapa hormon).

Zat kimiawi tersebut dianggap dapat mengganggu hormon pada anak laki-laki, begitu pula pada ibu hamil. Riset menemukan paparan BPA hampir mengenai semua orang. Lebih dari 90 persen orang yang diuji pada studi populasi memiliki kadar BPA di urine.

“Paparan sebelum lahir dalam kadar rendah menunda lonjakan leptin setelah kelahiran yang membuat tikus berkembang dengan respons yang benar terhadap hormon tersebut. Tapi, paparan BPA secara permanen mengubah neurobiologi di tikus yang terkena sehingga membuat mereka rentan mengalami obesitas ketika dewasa,” kata peneliti senior Dr. Alfonso Abizaid.

Untuk menguji bagaimana BPA dapat mempercepat terjadinya obesitas, periset melakukan percobaan terhadap tikus hamil yang diberi BPA dalam makanannya. Kadar BPA tersebut lebih rendah daripada yang dianggap aman oleh Food and Drug Administration (FDA).

“Studi ini memperbaiki pengertian kami bagaimana BPA dapat mengganggu sistem endrokrin dengan cara menaikkan risiko obesitas pada hewan,” kata Dr Abizaid.

“Karena BPA juga terkait dengan obesitas pada manusia, masyarakat perlu menyadari bahwa faktor-faktor lingkungan dapat meningkatkan kerentanan terhadap obesitas dan penyakit kardio-metabolik,” ujarnya.

Namun, Food and Drug Administration (FDA) mengidentifikasi potensi risiko ini sejak dini dan sebagai hasilnya, kini plastik untuk makanan harus taat kepada ketat yang ada, khususnya untuk wadah plastik yang dipanaskan di dalam microwave.

Wadah plastik yang lolos dalam inspeksi FDA diizinkan untuk memberi label pada produk mereka dengan logo ‘microwave safe’ atau menampilkan simbol pada kemasannya yang menandakan aman dipanaskan dalam microwave. Tetapi, tidak semua wadah plastik dirancang untuk menahan panasnya microwave. Plastik China tidak melalui evaluasi FDA yang ketat dan bisa saja meleleh jika terkena suhu panas yang tinggi.

Loading...