Sering Dianggap Mata Pelajaran Yang Sulit, Biaya Les Matematika di Kumon Berbeda Setiap Area

biaya, les, kumon, matematika, ilmu, siswa, tidak, disukai, faktor, buku, kontekstual, area, 1, 2, 3, siswa, SMP, SMA, mandiri, teknologi, digital, mata, pelajaran, materi, kategoriIlustrasi: siswa belajar matematika

Matematika menjadi salah satu mata yang sering dianggap sulit. Alih-alih para siswa mampu mempelajarinya di dalam , malahan membuat mereka menyerah duluan sebelum memulainya.

Ilmu matematika merupakan yang penting untuk dikuasai siswa. Pasalnya dalam yang diajarkan, matematika rupanya membuat siswa untuk mampu berpikir berdasarkan logika.

Apabila Anda sebagai orang tua merasa butuh memberikan tambahan waktu untuk anak matematika, bisa memilih Kumon sebagai tempatnya. Di Kumon, anak-anak akan dilatih secara mandiri sesuai dengan kemampuannya masing-masing, sehingga tidak terbatas oleh jenjang pendidikannya saat ini.

“Kalau anaknya SD tapi sudah bisa matematika SMP ya kita beri soal yang SMP. Di sini anak-anak belajar mandiri dan bisa melatih kemampuan berhitungnya, melatih soft skillnya, jadi bukan cuma sekadar belajar Matematika,” kata penyelia wilayah Sumatera Kalimantan Division Kumon, Ratsania Rahmaniarti.

Untuk les, Kumon membaginya menjadi kategori area. pendaftaran untuk area 1 & 2 dibanderol Rp 280.000, sementara untuk area 3 sebesar Rp 250.000. Sama dengan pendaftaran, bulanan juga ditetapkan berdasarkan area.

Area 1 untuk prasekolah-SD biayanya Rp 420.000, SMP sampai SMA dibanderol Rp 470.000. Area 2 untuk siswa prasekolah-SD biayanya Rp 370.000, dan bagi siswa SMP-SMA, Kumon membanderol biaya Rp 420.000. Dan, untuk area 3, siswa prasekolah-SD dibanderol Rp 320.000, dan siswa SMP-SMA biaya lesnya Rp 370.000.

Mengenai matematika yang dianggap banyak tidak disukai oleh siswa, menurut Rektor Universitas Indonesia, Muhammad Anis, untuk membuat siswa menyukai matematika, maka materinya harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Sudah bukan zamannya siswa dijejali rumus-rumus di ruang kelas, melainkan materinya harus disampaikan secara kontekstual.

“Misalnya, satu benda kubus kita hitung dengan panjang kali lebar, tapi kalau kubusnya benjol lalu bagaimana? Matematika bisa disampaikan dalam bentuk game, atau game digabungkan dengan teori,” kata Anis.

Pengajaran matematika juga harus menyesuaikan diri dengan gerakan revolusi industri 4.0, suatu era industri yang memanfaatkan teknologi digital dan siber (cyber). Setidaknya itu pendapat dari Ketua Umum Indonesian Mathematics Educators Society (IMES), Sigid Edy Purwanto.

“Ada pergeseran pola pengajaran matematika dari era sebelumnya yang mau tidak mau harus diikuti para pendidik matematika,” kata Sigid.

Sementara itu, menurut Guru Besar Matematika Universitas Gadjah Mada, Widodo, di Indonesia tidak menyukai matematika bisa disebabkan beberapa faktor, antara lain buku, guru dan orang tua.

Widodo mengatakan tidak banyak buku matematika yang memiliki konteks, akibatnya matematika terasa seperti mata pelajaran yang abstrak. “Misalnya, anak SMK dengan jurusan ekonomi, ya dikaitkan pembelajaran matematika dengan konteks ekonomi,” ujarnya.Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang sering dianggap sulit. Apabila Anda sebagai orang tua merasa butuh memberikan tambahan waktu untuk anak belajar matematika, bisa memilih Kumon sebagai tempatnya. Untuk biaya les, Kumon membaginya menjadi kategori area.

Loading...