Lewat Serial Drama Ramadan, Arab Saudi Normalisasi Relasi dengan Israel?

Serial Drama Ramadan Makhraj Seven (Exit Seven) - (YouTube: Synergy تامر مرسي)Serial Drama Ramadan Makhraj Seven (Exit Seven) - (YouTube: Synergy تامر مرسي)

RIYADH – Kerajaan baru-baru ini dituding mencoba untuk ‘menormalisasi’ dengan melalui serial televisi di bulan Ramadan. Dalam sebuah drama MBC, stasiun TV milik , berjudul Makhraj Seven (Exit Seven), dua karakter terlihat memperdebatkan hubungan yang berkembang dengan Israel, sambil menyindir Palestina.

Dilansir dari TRT World, dalam satu adegan, seorang tokoh mengatakan bahwa “Arab Saudi tidak mendapatkan apa-apa ketika mendukung Palestina, dan sekarang harus menjalin hubungan dengan Israel.” Kemudian, sembari menyindir Palestina, ia menambahkan bahwa “Musuh yang sebenarnya adalah orang yang mengutuk Anda, menyangkal pengorbanan dan dukungan Anda, dan mengutuk Anda siang dan malam lebih dari orang Israel.”

Adegan tersebut sontak menyebabkan kemarahan di media sosial di kalangan aktivis hak-hak Palestina, tetapi benar-benar dipertahankan oleh troll dan bot Arab Saudi. Sebagian besar melihatnya sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk menjelek-jelekkan warga Palestina dan merehabilitasi Israel sebagai bagian dari hubungan pemanasan antara negara itu dan negara-negara Teluk.

Memang, meskipun belum secara resmi mengakui Israel, Arab Saudi, dan juga UEA, telah melakukan sedikit upaya untuk menyamarkan aliansi rahasia antara mereka dan negara Israel. Para analis mengatakan bahwa negara-negara tersebut telah bersatu padu atas musuh bersama, seperti Iran, dan atas kekhawatiran yang sama tentang pemberontakan demokratis yang telah terjadi di dunia Arab sejak 2011.

Arab Saudi dan UEA juga diketahui telah menjadi pendukung upaya Presiden AS, Donald Trump, untuk mengamankan ‘kesepakatan abad ini’ antara Palestina dan Israel. Sementara populer di kalangan pemerintah Israel, kesepakatan itu dikritik oleh Palestina karena secara efektif mengambil negara mereka dan menyerahkan sebagian besar sumber dari Tepi Barat yang diduduki ke Israel.

Seorang pengguna Twitter menjelaskan kemungkinan motivasi untuk mencakup orang-orang Palestina dalam drama MBC. Ia menulis, “Di balik pesan-pesan ini, yang kami anggap konyol dan tercela bagi semua orang Arab, adalah proyek media dan budaya yang dikepalai oleh Arab Saudi dan UEA untuk menormalkan Israel.”

Nasib rakyat Palestina adalah salah satu alasan terbesar mengapa Israel menerima perspektif negatif di dunia Arab. Sejak 1967 silam, jutaan warga Palestina hidup di bawah pendudukan militer di Tepi Barat dan Gaza. Ibukota negara yang mereka usulkan di Yerusalem Timur, juga telah dianeksasi secara sepihak oleh Israel.

Di Gaza, hampir dua juta orang hidup di bawah blokade yang membatasi gerakan fisik, serta dan ekspor barang, membuat wilayah itu selalu dekat dengan bencana kemanusiaan. Israel juga secara teratur menggunakan kekuatan militer melawan pengunjuk rasa, yang telah mengakibatkan ratusan kematian selama dua tahun terakhir, serta korban luka yang tidak terhitung jumlahnya.

Loading...