Serangan Tanker di Teluk Oman, Siapa Dalangnya?

Serangan Tanker di Teluk Oman - www.khaleejtimes.comSerangan Tanker di Teluk Oman - www.khaleejtimes.com

TEHERAN – Kamis (13/6) waktu setempat, dua kapal tanker minyak diserang di Teluk Oman, yang menimbulkan kekhawatiran akan konfrontasi terbaru antara Amerika Serikat dengan Iran. Negeri Paman Sam sendiri telah menuding Iran sebagai dalang di balik serangan tersebut, sedangkan sang rival mengatakan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar.

Dilansir TRT World, Iran dan Uni Emirat Arab, sekutu AS lainnya, menyalahkan perdagangan atas sabotase kapal tanker minyak, dengan serangan terbaru terjadi di Teluk Oman pada hari Kamis. Menurut milik pemerintah Iran, setidaknya 44 anggota awak dari dua kapal tanker diselamatkan dan dibawa ke pelabuhan Iran.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dikutip Antara, telah menuding Iran sebagai yang bertanggung jawab atas serangan-serangan yang terjadi di Teluk Oman. Namun, seorang pejabat senior Iran kepada BBC mengatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dengan ledakan kapal tanker minyak tersebut, sekaligus menolak dengan tegas tudingan AS.

“Arab Saudi dan sekutunya dapat mengambil keuntungan dengan menarik kekuatan ke dalam konfrontasi dengan Iran mengenai potensi guncangan terhadap global,” ujar pakar Inggris-Irak mengenai konflik Timur Tengah, Tallha Abdulrazaq. “Sementara, Iran mungkin menyebabkan serangan-serangan ini untuk menunjukkan bahwa itu benar-benar dapat mengejutkan stabilitas global dengan mengancam energi dan pergerakan lainnya melalui Teluk.”

Pakar lain, Giorgio Cafiero, CEO Gulf State Analytics, mengatakan bahwa para pejuang perang di Washington dapat mengambil keuntungan dari peristiwa yang terjadi di perairan Teluk, dengan menunjuk ke arah Iran. Menurutnya, ketika unsur-unsur tertentu dalam pemerintahan AS berusaha untuk membangun serangan terhadap Iran, tokoh-tokoh seperti John Bolton (penasihat keamanan nasional AS) selalu mengambil keuntungan dari episode seperti itu.

Segera setelah serangan itu terjadi, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, memposting serangkaian tweet, mengecam AS karena memaksakan ‘pemikiran dan kepercayaan mereka sendiri pada negara-negara lain’. Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, serangan pada hari Kamis sendiri terjadi pada saat Khamenei bertemu Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

“Serangan itu bisa merupakan respons terhadap ‘agresi Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terhadap rakyat Yaman’, atau sekadar ‘ bendera palsu untuk meningkatkan ketegangan dengan Iran’,” tutur analis politik Iran-Amerika, Dr. Mohammad Marandi. “Jika itu ternyata adalah rahasia yang dirancang untuk meningkatkan ketegangan AS-Iran, rezim tertentu tidak ingin melihat keberhasilan pembicaraan Jepang dan Iran.”

Loading...