Sepi Katalis, Euforia Rupiah diakhiri aksi ambil untung Investor

Jakarta – Euforia Rupiah mulai berangsur hilang jelang lebaran. Pasca disahkannya UU Tax Amnesty dan APBN-P 2016, lebih optimis pada prospek perekonomian di masa depan. Sayangnya, di saat bersamaan tak ada sentimen yang mengalir dari ranah eksternal.

“Di saat bersamaan, dari eksternal sepi katalis baru,” ujar Reny Eka Putri, analis Keuangan , Kamis (30/6).

Pada penutupan perdagangan Kamis sore, Performa Rupiah mengendur 53 poin ke level Rp 13.210/. Padahal sebelumnya, Rupiah telah mencuri 10 poin saat start perdagangan sesi awal, pagi ini.

Belum lama spot dibuka, mata uang Garuda langsung balik arah, 33 poin pada pukul 08.58 WIB. Selanjutnya, Rupiah terpantau berada di posisi Rp 13.189/USD atau sekitar 0,24% pada jeda perdagangan. Rupiah belum mampu kembali ke lajur hijau, hingga ditutup pada level Rp 13.210/USD.

“Rupiah bergerak melemah terhadap AS setelah menguat dalam beberapa hari terakhir, Sebagian pelaku pasar uang mencoba untuk melakukan aksi ambil untung,” sebut Reza Priyambada, Kepala Riset NH Securities Indonesia.

Meski begitu, Reza menilai, aksi ambil untung investor hanya bersifat sementara sebab sentimen domestik masih mengarah positif, salah satunya berasal dari kebijakan pengampunan pajak yang telah disetujui oleh DPR.

“Kini pelaku pasar sedang menunggu realisasi terhadap UU Pengampunan Pajak sehingga diharapkan adanya stimulus baru untuk mendorong perekonomian Indonesia dan penguatan rupiah dalam jangka panjang,” ujar Reza.

Loading...