Sentimen Trump Tekan Dolar, Rupiah Ditutup Menguat

Merosotnya dukungan untuk Donald Trump mengenai revisi UU memberikan pengaruh negatif bagi sehingga membuat rupiah melenggang tanpa hambatan di zona hijau. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang menutup Selasa (18/7) ini dengan penguatan sebesar 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.309 per dolar AS.

Rupiah sudah bergerak di zona hijau sejak awal dagang dengan dibuka naik 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp13.318 per dolar AS. Jeda siang, mata uang Garuda kembali mengalami sebesar 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.315 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.45 WIB, spot masih bertahan di zona positif setelah menguat 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.312 per dolar AS.

Dari , pergerakan indeks dolar AS kembali merosot seiring dengan menurunnya dukungan untuk Donald Trump dalam rangka meloloskan undang-undang reformasi kesehatan. Setelah dibuka menguat tipis 0,038 poin atau 0,04% di level 95,166, mata uang Paman Sam berbalik melemah 0,367 poin atau 0,39% ke posisi 94,761 pada pukul 09.26 WIB.

Dolar AS kembali tertekan karena belum adanya kejelasan mengenai langkah pengetatan kebijakan moneter oleh . Di samping itu, tekanan terhadap bertambah setelah Senator dari Partai Republik, Jerry Moan dan Mike Lee, mengumumkan penolakan mereka terhadap revisi kebijakan UU Kesehatan AS yang diajukan pemerintahan Donald Trump untuk mengganti Affordable Care Act, yang dikenal sebagai Obamacare.

“Popularitas Trump yang turun, meski tidak spektakuler sejak awal, menjadi hambatan lain untuk mendorong perubahan, dan itu akan negatif bagi ekonomi dan dolar AS,” jelas chief currency strategist di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto, seperti diberitakan Reuters. “Akan sulit bagi dolar AS untuk bullish, baik dari sisi moneter maupun politik Paman Sam.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.314 per dolar AS, terdepresiasi tipis 1 poin atau 0,01% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.313 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, hampir seluruh mata uang di Asia bergerak menguat terhadap greenback, dengan kenaikan tertinggi dialami yen Jepang sebesar 0,42% dan won Korea Selatan sebesar 0,24%.

Loading...