Sentimen The Fed Mereda, Ringgit Malaysia Perkasa atas Dolar AS

terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (6/6) ini terpantau menguat usai data ketenagakerjaan AS yang dirilis tak sesuai harapan sehingga membuat para investor memangkas taruhan untuk kenaikan The Fed. Menurut laporan Index pada pukul 10.05 waktu Kuala Lumpur, Malaysia tersebut menguat 1 persen ke level 4,1025 per dolar AS.

Penguatan ringgit pada hari ini merupakan tertinggi dalam sembilan minggu terakhir sejak 30 Mare yang lalu. Indeks dolar AS memang terpantau terhadap sejumlah mata uang Asia usai rilis data ketenagakerjaan AS pada Jumat (3/6) lalu yang tak sesuai harapan sehingga membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mereda. Naiknya harga juga turut memberikan katalis positif terhadap ringgit, dengan minyak Brent terpantau naik sekitar 50 dolar AS per barel.

“Saya pikir, ringgit akan bergerak cukup baik bersama dengan mata uang Asia lainnya,” papar Kepala Pasar di IG Ltd. yang berbasis di Melbourne, Chris Weston. “Ini seiring dolar AS yang jatuh karena meredanya spekulasi pasar tentang kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS.”

Selain menguat terhadap dolar AS, ringgit juga terpantau naik terhadap euro ke posisi 4,6158 dari sebelumnya di level 4,6182 pada hari Jumat. Mata uang ini juga menguat terhadap pound Inggris ke level 5,9657 dari sebelumnya di 5,9788. Namun, ringgit Malaysia terdepresiasi terhadap dolar Singapura ke 3,0106 dari sebelumnya 3,0098.

Loading...