Sentimen The Fed Bikin Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah - www.jatengpos.comRupiah - www.jatengpos.com

JAKARTA – harus mengakhiri perdagangan Rabu (28/11) ini setelah indeks AS bergerak cukup kokoh, dipicu komentar salah satu pejabat yang mendukung kenaikan lebih lanjut. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda ditutup melemah 14 poin atau 0,10% ke level Rp14.529 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.535 per dolar AS, terdepresiasi 31 poin atau 0,21% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.504 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang terhadap , dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,14% dialami won Korea Selatan dan pelemahan terdalam sebesar 0,16% menghampiri ringgit Malaysia.

Dari pasar , indeks dolar AS masih bergerak cukup kokoh pada perdagangan Rabu, setelah Wakil Gubernur The Fed, Richard Clarida, mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut di masa mendatang. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,021 poin atau 0,02% ke level 97,390 pada pukul 11.19 WIB, melanjutkan apresiasi di sesi sebelumnya.

Seperti diberitakan Reuters, Selasa (27/11) waktu setempat, Clarida, mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut meskipun ia menuturkan bahwa jalur pengetatan akan bergantung pada data-data terbaru. Sebelumnya, pada tanggal 16 November kemarin, ia sempat menuturkan bahwa suku bunga Federal Reserve mendekati perkiraan bank sentral dari tingkat netral, dan berada pada posisi netral adalah ‘masuk akal’.

“Saya pikir pasar masuk ke dalam situasi mencari sesuatu yang sedikit lebih dovish,” ujar kepala strategi FX di Westpac Banking Corp di New York, Richard Franulovich. “Komentar pertamanya sebagai wakil ketua beberapa minggu yang lalu membuat dolar AS tertekan. Lalu, dia menempatkan dirinya sebagai semacam wakil ketua yang berhati-hati dan hari ini sedikit lebih adil.”

Saat ini, pasar sedang menantikan pidato Gubernur The Fed, Jerome Powell, serta notulensi pertemuan bank sentral 7-8 November yang dirilis Kamis (29/11) untuk mencari petunjuk lebih lanjut tentang berapa kali bank sentral akan menaikkan suku bunga mereka. Bulan lalu, Powell mengatakan bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga di atas perkiraan posisi netral karena ekonomi AS yang ‘sangat positif’ dan terus tumbuh.

Loading...