Sentimen Tarif Baru Trump, Rupiah Melemah di Selasa Pagi

Rupiah - kabarbisnis.comRupiah - kabarbisnis.com

belum beranjak dari area merah pada perdagangan Selasa (18/9) pagi jelang pengumuman tarif baru Presiden Donald Trump. Seperti dipaparkan Index, uang Garuda mengawali transaksi dengan melemah 18 poin atau 0,12% ke level Rp14.898 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 73 poin atau 0,49% di posisi Rp14.880 per AS pada akhir Senin (17/9) kemarin.

Presiden Donald Trump diberitakan akan memberlakukan tarif 10% untuk dari China senilai 200 miliar dolar AS. Bea itu akan meningkat hingga 25% pada tanggal 1 Januari 2019 mendatang. Dia pun mengancam China untuk tidak membalas kebijakan tersebut. Jika China mengambil tindakan pembalasan, Trump tidak segan-segan masuk ke fase ketiga, yaitu tarif tambahan untuk produk China senilai 267 miliar dolar AS.

“Selama berbulan-bulan, kami mendesak China untuk mengubah praktik tidak adil ini dan memberikan perlakuan serta timbal balik yang adil kepada perusahaan-perusahaan AS,” ujar Trump pada Senin malam waktu setempat. “Kami telah sangat jelas mengenai jenis perubahan yang perlu dilakukan dan kami telah memberi China setiap kesempatan untuk memperlakukan kami lebih adil. Tetapi, mereka tidak mau mengubah praktiknya.”

Dengan eskalasi tarif baru tersebut, di AS bisa mulai merasakan biaya dalam berang sehari-hari. Ini membuat seluruh impor China yang dikenai tarif tambahan mencapai 250 miliar dolar AS. Sebelumnya, pada bulan Juli dan Agustus, pemerintahan Trump telah memberlakukan tarif 25% pada barang impor asal Negeri Tirai Bambu senilai 50 miliar dolar AS.

“Perang dagang antara AS dengan China telah mengakibatkan rupiah melemah. Presiden Donald Trump akan mengajukan daftar bea impor atas produk China, yang berimbas pada nilai dagang 200 miliar dolar AS,” tutur analis Monex Investindo Futures, Faisyal, dilansir Kontan. “Selain itu, dolar AS juga menguat ditopang pertumbuhan ekonomi Paman Sam.”

Loading...