Sentimen Kesepakatan AS-China, Rupiah Berakhir Menguat

Rupiah menguat senin sore - www.beritasatu.com

JAKARTA – mampu mempertahankan posisi di zona hijau pada Senin (18/2) sore, ketika indeks cenderung bergerak lebih rendah menyusul kabar kesepakatan perdagangan antara dan . Menurut catatan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda menguat 47 poin atau 0,33% ke level Rp14.107 per AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.106 per dolar AS, menguat 10 poin atau 0,07% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.116 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tampak unggul versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,48% dialami rupiah, disusul won Korea Selatan yang menguat 0,44%.

“Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini tidak dipengaruhi oleh kondisi politik di dalam negeri, melainkan oleh faktor global, yakni sentimen perang dagang,” jelas ekonom Trimegah Sekuritas, Fakhrul Fulvian, dilansir Bisnis. “Penguatan mata uang domestik didukung adanya kabar bahwa AS dan China akan mencapai kesepakatan perdagangan.”

Ekspektasi mengenai kesepakatan perdagangan antara AS dan China memang membuat investor beralih dari greenback menuju aset berisiko. Hal itu membuat indeks dolar AS cenderung bergerak turun pada perdagangan Senin ini. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,083 atau 0,09% menuju level 96,821 pada pukul 13.23 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, baik Amerika Serikat maupun China melaporkan kemajuan dalam negosiasi lima hari di Beijing pada pekan lalu, meskipun Gedung Putih mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memaksa perubahan dalam perilaku perdagangan Tiongkok. Negosiasi akan berlanjut minggu depan di Washington dan investor berharap perang perdagangan antara dua terbesar dunia tersebut segera berakhir.

“Tensi perdagangan adalah fokus besar bagi , dengan pembicaraan bergeser dari Beijing ke Washington, dan kita bisa mendapatkan lebih banyak aliran berita,” tutur kepala strategi di CMC Markets, Michael McCarthy. “Saya memperkirakan euro akan tetap di bawah tekanan pada minggu ini, sementara dolar AS juga bisa jatuh terhadap yen jika kita melihat penghindaran risiko berdasarkan aliran berita perdagangan yang negatif.”

Loading...