Sentimen Internal Masih Positif, Rupiah Dibuka Menguat 11 Poin

Sentimen dari dalam negeri masih membawa dampak terhadap pada perdagangan Selasa (23/5) ini. Seperti diwartakan Bloomberg Index, mata uang Garuda membuka dengan 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.291 per AS. Kemudian, pada pukul 08.35 WIB, spot kembali naik 10 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.292 per AS.

“Penguatan rupiah diharapkan masih mampu dipertahankan dan berlanjut seiring masih positifnya internal, terutama dengan adanya imbas kenaikan rating S&P,” jelas Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Sepanjang belum adanya pemberitaan negatif, maka rupiah pun masih berkesempatan bertahan di zona hijau.”

Di samping itu, kenaikan harga dunia juga turut membantu penguatan rupiah, selain pelaku pasar yang masih ada melakukan aksi jual dolar AS. Harga dunia memang kembali naik pada perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB di tengah meningkatnya harapan untuk perpanjangan kesepakatan pemangkasan produksi selama 9 bulan jelang pertemuan OPEC di pekan ini.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk Juni, meningkat 0,40 dolar AS menjadi menetap di 50,73 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak patokan Eropa atau Brent North Sea untuk Juli, bertambah 0,26 dolar AS menjadi ditutup pada level 53,87 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

“Pelaku pasar saat ini sedang menanti pengumuman notulen FOMC minutes pada Rabu (24/5) waktu setempat yang akan membahas mengenai perkembangan politik terbaru,” sambung Reza. “Rupiah pada perdagangan hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran support Rp13.310 per dolar AS dan resistance Rp13.270 per dolar AS.”

Pada perdagangan awal pekan (22/5) kemarin, mata uang Garuda mampu memungkasi transaksi dengan penguatan sebesar 23 poin atau 0,17% ke level Rp13.302 per dolar AS. Rupiah mampu bertahan di zona hijau di saat dolar AS perlahan kembali menguat.

Loading...