Sentimen Goldman Sachs Bikin Harga Bitcoin Kembali Kocar-Kacir

Hari ini, Minggu (9/9), harga bitcoin turun tipis 0,14 persen ke posisi USD 6.174,69 atau sekitar Rp 91,5 jutaan akibat sentimen Goldman Sachs. - www.ipress.ge

Pada Sabtu (8/9) kemarin, berada di level USD 6.388,71 sebelum akhirnya anjlok ke level USD 6.181,40 hanya dalam kurun waktu 24 jam. Hari ini, Minggu (9/9), bitcoin turun tipis 0,14 persen ke posisi USD 6.174,69 atau sekitar Rp 91,5 jutaan setelah dibuka pada level USD 6.183,38. Sepanjang hari bitcoin telah diperdagangkan pada kisaran angka USD 6.156,71 hingga USD 6.200,85 dengan pangsa sebesar USD 107 miliar.

Harga bitcoin masih cenderung melemah sejak Jumat lalu meski telah membantah rumor terkait dibatalkannya rencana untuk membawa ke meja . Menurut Chief Financial Officer Goldman Sachs Martin Chavez, laporan terbaru yang menyatakan bahwa perusahaan membatalkan rencananya untuk menawarkan kripto adalah berita palsu.

Pada laporan asli yang dirilis oleh Business Insider menunjukkan bahwa Goldman Sachs’ masih belum memproses bursa perdagangan crypto di tengah ketidakpastian peraturan yang mengikatnya. Berdasarkan sumber-sumber pribadi, laporan mengatakan bahwa Goldman mengalihkan upayanya untuk menciptakan solusi kepemilikan untuk menjaga keamanan modal institusional.

Ketika laporan tersebut mengudara pada Rabu, pasar kripto langsung bereaksi dan bergerak menurun. Goldman ini diakui atau tidak telah memicu penurunan bitcoin setelah pekan lalu BTC sempat bersinar di angka USD 7.400.

Sejak 8-26 Agustus selama lebih dari 3 pekan sebenarnya bitcoin telah bergerak relatif stabil pada kisaran USD 6.500-7.000, namun kemudian menunjukkan volatilitas sejak 27 Agustus sampai awal september. Pada (6/9), pasar kripto mengalami volatilitas ekstrem, seperti yang dialami Bitcoin, , dan digital lainnya.

Edward Morra, analis teknis di komunitas crypto menyatakan jika bitcoin dan seluruh pasar crypto masih berada pada kecenderungan untuk menurun. “Saya tidak benar-benar yakin mengapa sebagian orang masih bullish di sini, pasar jelas menunjukkan kepada Anda bahwa bukti pasokan masih mendominasi tempat itu. Menghapus keuntungan 2 minggu dalam 2 hari. Itu adalah rally yang gagal, dan ini adalah tanda kelemahan, bukan lonjakan,” ujar Morra, seperti dilansir CCN.

Loading...