Sentimen Global Kurang Positif, Rupiah Terseok 45 Poin di Akhir Pekan

Seperti diprediksi sebelumnya, sentimen global yang kurang positif membuat tak berdaya sepanjang perdagangan akhir pekan (9/9) ini. Menurut data Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus ditutup 45 poin atau 0,34% ke posisi Rp13.108 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak awal dagang dengan dibuka terdepresiasi 25 poin atau 0,19% ke level Rp13.088 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali melorot 14 poin atau 0,11% ke posisi Rp13.077 per dolar AS. Jelang tutup dagang atau pukul 15.44 WIB, spot semakin anjlok 52 poin atau 0,40% ke level Rp13.115 per dolar AS.

Sebelumnya, para pakar sudah memprediksi bahwa mata uang Garuda rentan terkoreksi sepanjang perdagangan hari ini. Harapan tambahan stimulus European Central (ECB) yang sirna menjadi salah satu sentimen negatif bagi pergerakan rupiah. Seperti diketahui, ECB memutuskan tidak mengubah tingkat suku bunga mereka serta target pembelian aset.

memang berpeluang melemah hari ini terpicu sentimen global yang kurang positif,” ujar Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta. “Harapan tambahan stimulus ECB yang sirna memicu sentimen pelemahan serta di pasar Surat Utang Negara (SUN) meski data perdagangan dan naiknya harga minyak bisa mencegah pelemahan lebih dalam.”

Sementara itu, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, menambahkan bahwa selain dari sentimen global, aksi usai rupiah menguat cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir membuat mata uang dalam negeri kehabisan tenaga. “Selain itu, belum ada faktor signifikan di pasar domestik yang bisa menjadi amunisi bagi rupiah,” katanya.

Selain rupiah, pelemahan terhadap dolar AS juga dialami mayoritas mata uang Asia lainnya. Pelemahan paling tajam terhadap dolar AS dialami won Korea Selatan dengan 0,72%, disusul Filipina yang terdepresiasi 0,63%, serta Malaysia yang terseok 0,54%.

Loading...