Sentimen Fed Masih Hantui Dolar, Rupiah Berakhir Naik

Rupiah - infonawacita.comRupiah - infonawacita.com

JAKARTA – Rupiah terus melaju pada Selasa (15/1) seiring dengan pergerakan lainnya, memanfaatkan pelemahan yang dialami AS karena diprediksi tidak akan menaikkan pada tahun 2019. Menurut Index pada pukul 15.55 WIB, Garuda menguat 35 poin atau 0,24% ke level Rp14.090 per dolar AS.

Sementara itu, siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.084 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,23% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.052 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa melawan greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,22% menghampiri rupiah, disusul yuan China yang menguat 0,24%.

Dari pasar , indeks dolar AS cenderung bergerak lebih rendah pada hari Selasa, di tengah ekspektasi bahwa The Fed akan menunda kenaikan suku bunga pada tahun ini seiring dengan perlambatan pertumbuhan . Mata uang Paman Sam terpantau terdepresiasi 0,063 poin atau 0,07% menuju level 95,547 pada pukul 12.55 WIB, setelah kemarin sudah berakhir drop 0,060 poin atau 0,06%.

Seperti diberitakan Reuters, kekhawatiran atas perlambatan ekonomi AS dan kontraksi tidak terduga dalam neraca perdagangan China telah memunculkan kekhawatiran tentang perlambatan global yang tajam, yang mungkin dapat menahan The Fed untuk menaikkan suku bunga. Sebelumnya, Gubernur The Fed, Jerome Powell, juga sudah mengatakan bahwa bank sentral dapat bersabar pada kebijakan moneter mengingat inflasi masih tetap stabil.

“Ada kekecewaan yang kuat terhadap dolar AS mengingat ekspektasi Federal Reserve, tetapi pada saat yang bersamaan tidak ada sentimen pengganti yang menarik,” ujar analis valuta asing di Bank of Singapore, Sim Moh Siong. “Dalam enam hingga 12 bulan ke depan, dolar AS mungkin akan cenderung bergerak negatif.”

Di belahan dunia yang lain, pergerakan pound sterling saat ini bergantung pada voting Brexit yang dilaksanakan pada Selasa waktu setempat. Perdana Menteri Theresa May harus memenangkan pemungutan suara di parlemen untuk kesepakatan Brexit. Ia sendiri memerlukan setidaknya 318 suara untuk memenangkan voting.

Loading...