Sentimen Eksternal Terlalu Kuat, Rupiah Lanjut Melemah di Selasa Pagi

Rupiah - www.viva.co.idRupiah - www.viva.co.id

masih belum mampu beranjak dari teritori merah pada awal Selasa (3/7) ini karena kuatnya efek sentimen eksternal. Menurut Index, Garuda membuka dengan melemah 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.397 per AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 60 poin atau 0,42% di posisi Rp14.390 per AS pada akhir Senin (2/7) kemarin.

Sementara itu, dari , pergerakan indeks dolar AS masih relatif datar pada Selasa pagi, ketika mata uang euro terbebani ketidakpastian kondisi politik di Jerman. Mata uang Paman Sam terpantau hanya mengalami pelemahan tipis 0,15% menuju level 94,882, sedangkan posisi euro sedikit bergeser ke level 1,1641 terhadap dolar AS.

“Pelemahan yang dialami rupiah terjadi lantaran dolar AS rebound terhadap mayoritas mata uang dunia setelah perang dagang memanas,” ujar ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, seperti dilansir Kontan. “Selain itu, keputusan European Central Bank (ECB) menerapkan kebijakan moneter longgar dan tidak agresif menaikkan acuan menekan euro, yang memengaruhi mata uang Asia.”

Ia menambahkan, kenaikan suku bunga Bank Indonesia ternyata hanya berpengaruh sesaat bagi mata uang domestik. Pasalnya, di saat yang bersamaan, sentimen eksternal masih cukup kuat. Ini ditambah dengan Indonesia yang masih mengalami current account defisit. “Karena kenaikan suku bunga BI tidak terlalu berpengaruh, pemerintah mesti melakukan upaya lain,” sambungnya.

Hampir senada, analis Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto, menuturkan bahwa rupiah melemah akibat respons pasar terkait kenaikan suku bunga Bank Indonesia pada akhir pekan (29/6) kemarin. Bank Indonesia diketahui menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, lebih tinggi dari ekspektasi para pelaku pasar.

Meski demikian, pada hari ini, Andri memprediksi rupiah masih memiliki peluang untuk bergerak menguat dan berada di kisaran Rp14.250 hingga Rp14.320 per dolar AS. Sementara itu, Mikail memperkirakan mata uang Garuda masih akan cenderung melemah dan bergerak di rentang Rp14.330 hingga Rp14.390 per dolar AS.

Loading...