Sentimen Eksternal Masih Kuat, Hari Ini Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Rupiah - harianjogja.bisnis.comRupiah - harianjogja.bisnis.com

Jakarta rupiah dibuka melemah tipis sebesar 1 poin atau 0,01 persen ke posisi Rp 14.415 per di awal pagi hari ini, Kamis (19/7). Sebelumnya, Rabu (18/7), nilai tukar Garuda ditutup terdepresiasi 36 poin atau 0,25 persen ke level Rp 14.414 per USD.

Sementara itu, indeks AS yang mengukur pergerakan the terhadap sekeranjang mata uang utama terpantau melanjutkan penguatannya. Di akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, nilai tukar AS naik 0,14 persen menjadi 95,076 lantaran para pelaku masih mempertimbangkan kesaksian pertama Ketua Jerome Powell di hadapan Kongres.

Pada sambutannya, Selasa (17/7) di hadapan Komite Perbankan Senat Amerika Serikat, Powell mengungkapkan bahwa ekonomi AS berada di titik puncak beberapa tahun, di mana pasar kerja tetap kuat dan masih berada di kisaran target sebesar 0,2 persen. Ia juga mengesampingkan dampak dari diskusi kebijakan perdagangan global terkait prospek pengetatan moneter lebih lanjut. Pada Rabu (18/7) Powell kembali mengulangi pandangannya yang menurut para analis mengindikasikan jika akan terus menaikkan suku bunga acuannya pada tahun 2018 ini.

Pelemahan rupiah pada akhir perdagangan kemarin disebut-sebut sebagai level terburuk rupiah sejak Oktober 2015 lalu. Menurut head of Economic & Research UOB Enrico Tanuwidjaja, pidato Powell mengakibatkan USD naik begitu cepat. Terlebih karena Powell mengisyaratkan bahwa suku bunga AS akan naik secara bertahap. “The Fed menyatakan titik ambang maksimal Fed fund rate di 2,9%. Kalau tahun ini naik dua kali lagi, tahun depan bisa tetap ketat,” jelas Enrico, seperti dilansir Kontan.

Di sisi lain, Analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi berpendapat jika gerak rupiah hari ini akan bergantung pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Dini memprediksi jika BI akan mempertahankan suku bunga acuannya. Lantaran sentimen eksternal masih kuat, Dini memperkirakan rupiah akan kembali melemah di pasar spot.

Loading...